Latest News

Showing posts with label Bahaya Radikalisme. Show all posts
Showing posts with label Bahaya Radikalisme. Show all posts

Thursday, November 12, 2020

Jaringan terorisme berlatar belakang FPI (Front Pembela Islam) sebagai berikut

Jaringan terorisme berlatar belakang FPI (Front Pembela Islam) sebagai berikut : 

1. CHANDRA JAYA alias ABU YASIN Ketua FPI Belopa 2008, Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso

2. MARYANTO alias THEMENG anggota FPI bantul ditangkap 11 juli 2018 kasus pembuatan bom, pekerjaan penjual bakso tusuk

3. ARIF HIDAYATULLAH alias ABU MUSAB FPI Solo 2009, ditangkap 23 Desember 2015 kasus Perencanaan amaliyah, Pok Bekasi

4. HASAN alias BANG TOYIB FPI Solo 2009, ditangkap 19 Juli 2016 terlibat menyembunyikan DPO pelaku teroris, Pok Solo

5. FAJAR NOVIYANTO Als MUHAMMAD Als MUH  FPI Solo 2007, ditangkap 22 September 2010 kasus pembuatan bom, Pok BADRI

6. AZWANI ZAINUDIN FPI Aceh 2008, ditangkap 20 Maret 2010 kasus masalah senjata, Pok Aceh

7. ZAINAL ANSHORI, S.Ag. alias ABU FAHRY alias QOMARUDDIN FPI Lamongan 2008, ditangkap 7 April 2017 Amir JAD, Pok JAD Jatim

8. AHMAD YOSEFA Als HAYAT, ditangkap 2011 Pelaku Bom Gereja Pekuton September 2011

9. MUHAMMAD SYARIF FPI Cirebon, ditangkap 2011 Pelaku bom Polresta Cirebon April 2011

10. ACHMAD BASUKI FPI Cirebon, ditangkap 2011, Pelaku bom polresta Cirebon April 2011

11. MOCH RAMUJI alias MUJI alias AHMAD alias KAPTEN alias BOTAK ditangkap 13 Mei 2014

12. ZAINAL HASAN alia HASAN alias ABU SAID FPI Lamongan, Ditangkap 7 April 2017 kasus pengambilan senjata Filipina, Pok Lamongan Jatim

13. AGAM FITRIADY Alias SYAMIL Alias AFIT Bin DARWIN MIZANA FPI Aceh, Ditangkap 17 Maret 2010,  kasus pelatihan militer di Aceh, Pok Aceh 2010

14. ALI AZHARI Alias JAKFAR Alias TOPAN Bin DARYONO (Alm) ditangkap 1 April 2010

15. AGUS ABDILLAH alias JODI ditangkap 17 September 2012

16. SYAIFUL BAHRI SIREGAR alias IPUL alias IMAM ditangkap 9 Maret 2010

17. MUHAMMAD SOFYAN TSAURI @ MARWAN @ ABU AYAS  FPI Aceh 2009, Ditangkap 22 Februari 2010 kasus Jantho Aceh, Pok JI

18. MUCHSIN KAMAL FPI Aceh, Ditangkap 19 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh 2010

19. MUNIR BIN ISMAIL @ ABU RIMBA @ ABU UTEUN Ditangkap 17 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh, Pok Aceh 2010

20. TAUFIK bin MARZUKI alias ABU SAYAF  alias ALEX NURDIN SULAIMAN bin TARMIZI ditangkap 29 September 2010

21. MUKTAR Als Tgk MUKTAR Bin Alm IBRAHIM  FPI Aceh, Ditangkap 16 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh 2010

22. EKO IBRAHIM bin IMAN SURYADI alias BAIM ditangkap 7 Mei 2011, 2009 anggota pelatihan militer FPI Aceh

23. SUDIRMAN als YASIR, FPI Pemalang 2004, ditangkap 16 Juni 2011 kasus perakitan bom Pemalang, Pok DULMATIN

24. ASMUNI Als MUNIR, Kajian FPI Aceh, ditangkap 4 Juli 2011 kasus pelatihan militer aceh 2010

25. MUHAMMAD SHIBGHOTULLAH Bin SARBANI alias MIHDAD alias ASIM alias MUSH’AB alias KHOLID alias HANI alias FAISAL SEPTYA WARDANA ditangkap 11 Juni 2011, Pok pelatihan militer Aceh

26. QORIBUL MUJIB als PAK MUJIB Alias PAKLEK Alias MUJIONO Alias ABDUL SIKA als SI DUL Alias MUJI ditangkap 12 Juli 2012

27. ANGGRI PAMUNGKAS alias ARI BIN SIHONO ditangkap 22 September 2012, FPI Solo, Ditangkap kasus pembuatan bom 2010, Pok BADRI.

28. SEFARIANO als MAMBO als ARYO als ASEP als DIMASRIANO ditangkap 2 Mei 2013, Perencanaan bom kedubes Myanmar

29. NUR PRAKOSO alias HAMZAH, FPI Solo, ditangkap 29 Desember 2015 kasus amaliyah Polresta Surakarta Solo 2015, Pok Solo

30. IRSYAD als ABU RAIHAN als PAK NUK, FPI Kendal 2012-2015, ditangkap 10 April 2017 kasus fasilitasi ikhwan yang ingin bergabung ke MIT Poso, Pok Kendal

31. DODI KUNCORO als DODI BIN TUKIYANTO, FPI Solo, Ditangkap 23 Desember 2014 kasus pembuatan bom, Pok BADRI

32. ANDRI MARLAN SAPUTRA, FPI Aceh, ditangkap kasus pelatihan militer Aceh 2010, Pok Aceh

33. Imam Bukhori, FPI pekalongan, ditangkap Densus th 2005. Kasus menyembunyikan Noordin M Top

34. Fathurohman @ Pak Fath.  Sekjen FPI Pekalongan , ditangkap Densus th 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top

35. Kamal. anggota FPI Pekalongan ditangkap Densus th 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top

36. Abdul aziz. FPI pekalongan  ditangkap densus th 2005 menyembunyikan Noordin M top

37. SUPARMAN als MAHER, FPI Cirebon, Ditangkap 3 Agustus 2017 kasus bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, Pok Cirebon.

Thursday, August 27, 2020

BELAJAR DARI MESIR - Cara menghadapi politik identitas

Erizeli Jely Bandaro:  Saya hanya berpikir, kapan Indonesia menerapkan metode Mesir dalam menghadapi radikalisme...?

BELAJAR DARI MESIR
(Cara menghadapi politik identitas)

Berkat proses bertahun tahun politik identitas, tahun 2012 kelompok Islam berhasil menjatuhkan Husni Mubarak lewat Pemilu.

Kekalahan Mubarak dan naiknya Mursi adalah kemenangan Ikhwanul Muslimin (IM) bersama ormas islam lainnya yang telah melakukan perjuangan panjang berpuluh tahun untuk tegaknya syariah Islam.

Namun kemenangan itu tidak berumur panjang. Karena ormas yang tadinya mendukung IM mulai beraksi berlain jalan. Saling rebut kekuasaan diatara kelompok IM dan HT terjadi.

Di tambah lagi Rakyat Mesir mulai muak dengan para orang yang mengaku pemegang kunci kebenaran dan sorga itu.

Apa pasal?

Di tangan mereka bukannya Mesir bertambah baik secara politik tapi malah mundur kebelakang. Lembaga kehakiman dikontrol Presiden lewat referendum.

Hasilnya?
Ekonomi semakin memburuk, korupsi marak, kolusi menjadi pemandangan umum di bawah Mursi.
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/08/belajar-dari-mesir-cara-menghadapi.html]
**
Kondisi ini memancing amarah Rakyat Mesir. Aksi menentang Mursi terjadi massive disetiap kota. Militer Mesir dapat bersikap bijak. Mereka sadar gerakan itu murni karena soal keadilan.

Dengan dukungan militer , pada 3 Juli 2013 rakyat mendepak Mursi dari kursi presiden. Mursi dijebloskan ke penjara, dan harus siap dihukum mati.
Praktis Mursi hanya berkuasa selama satu tahun tiga hari.

Setelah itu, Mesir bertransformasi menjadi negara demokratis dan mengharamkan segala kampanye khilafah dan gerakan islam radikal.
Karena mereka sudah membuktikan para mereka yang hafid al quran itu ternyata penipu ulung atas nama agama.

Ditengah upaya membangun menyejahterakan rakyat, sekelompok orang yang masih bermimpi membangun kekuasaan atas dasar syariah islam terus melakukan konsolidasi secara diam-diam untuk menyerang disaat ada kesempatan.

Maka terjadilah serangan bom bunuh diri dan penembakan di masjid Al-Rawda, Sinai, Mesir, yang menewaskan 235 orang dan 109 luka berat.
Para pejabat Mesir menyatakan, tragedi di masjid “kaum sufi” itu merupakan serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern Mesir.

Bagaimana sikap pemerintah Mesir?

Tidak ada dialog lagi antara ulama dan tokoh agama.
Tidak ada persuasi makan siang antar tokoh agama.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menanggapi tragedi serangan bom di masjid itu dengan memerintahkan militer mekakukan serangan besar besaran.

Dengan dukungan drone AS dan Eropa, upaya pengejaran target dapat dengan mudah dilakukan dan tepat mengenai semua sasaran. Semua wilayah teroris berhasil diluluh lantakan termasuk ratusan para jihadis mati.
Operasi inteligent memburu para pihak yang dicurigai mendukung teroris dilakukan dengan aksi pengkapan secara massive.

Dua bulan lalu massa IM kembali turun kejalan. Namun berhasil ditumpas pemerintah dan menangkap 2800 kader IM dan para aktifis.

**
Apa yang terjadi dengan Mesir bisa saja terjadi di Indonesia.

Perjuangan mendirikan khilafah dan syariat islam itu bukan gerakan moral dan spritual. Itu murni gerakan politik.
Tidak ada agama yang diperjuangkan disini kecuali kekuasaan.

Kalau mereka pejuang agama atas nama Allah dan Rasul, tidak mungkin mereka membunuh orang yang sedang sholat di mesjid. Tidak mungkin melukai aparat polisi yang sedang sholat di masjid.

Kebencian mereka kepada umat islam yang tidak mendukung gerakan mereka lebih besar dibandingkan dengan orang non islam.

Jadi siapapun anda yang masih percaya gerakan politik identitas Islam,  membela syariah islam maka anda sedang digiring jadi zombie ganas.

Waspadalah, jangan sampai negeri ini jadi korban keganasan para jihadis yang menghalalkan darah siapa pun demi kekuasaan.

Belajarlah dari Mesir, yang kini jadi negara modern. Berkat Cina, Mesir membangun ibukota baru yang modern.

Mantan Asisten Direktur Dana Moneter Internasional Mesir, Fakhri Al-Faqi, mengatakan bahwa data semester pertama 2019,  Mesir berhasil berada di posisi ke tiga setelah Cina dan India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi  terbesar di dunia,  dan..

Indonesia tertinggal karena terus kompromi dengan radikalisme.
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/08/belajar-dari-mesir-cara-menghadapi.html]

Monday, August 17, 2020

Geram Anaknya Diracuni Khilafah

*VIRAL! GERAM ANAKNYA DIRACUNI 'KHILAFAH', PRIA INI LABRAK KELOMPOK PENGAJIAN HTI*

Pemilik akun @Bengkeltanah1 membongkar kesesatan HTI yang telah meracuni anaknya ketika kuliah di salah satu PTN.

Akun @Bengkeltanah1 bercerita bagaimana perubahan putrinya sejak bergabung dengan HTI, dia sudah berani mengkritisi cara beribadah kedua orang tuanya bahkan menyinggung tentang khilafah.

Berikut kultwit akun @Bengkeltanah1 yang membongkar kesesatan HTI:

‘HTI MERACUNI PTN’

*1. Sbg org tua saya sangat bangga ketika anak saya perempuan diterima di sebuah PTN ternama di Surabaya pada tahun 2015. Krn dia perempuan mk setiap brgkt kuliah saya antar jemput sendiri setiap hari. Pada masa awal kuliah semua berjalan baik2 saja.*

2. Memasuki bulan ke 3 masa kuliah anak saya mohon ijin u/ ikut kelompok pengajian di Kampus katanya. Saya berpikiran positif saja, mk saya ijinkan tp dng syarat ketua kelompok pengajian hrs ktm saya di rumah. Selang bbrp hari datanglah seorang perempuan berjilbab ke rumah

3. Kedatangannya u/ minta ijin mau mengajak anak saya u/ aktuf di kelompok pengajian yg dia adakan. Akhirnya saya ijinkan anak saya u/ ikut kelompok pengajian tersebut. Dalam seminggu kelompok pengajian berkumpul 1 – 2 kali di Masjid Kampus anak saya, stlh 1 minggu aktif

*4. Di kelompok pengajian tersebut mulai ada yg aneh dlm pribadi anak saya, dia sangat tekun Sholat 5 waktu dan sering berjilbab meski didlm rumah, prilakunya jg sdh mulai berubah dan sering mengkritisi ibadah orang tua dan saudaranya, tp tetap saya biarkan dan ikuti terus apa mau*

*5. Kemudian tempat kelompok pengajian mulai berpindah dr satu tempat ke tempat lain, dng jumlah peserta 5 – 10 mahasiswi, tetap saya ikuti dng sabar. Masuk minggu ke 2 kepribadian anak saya mulai berubah krn lbh fokus ke pengajian drpd kuliah, saya msh sabar dan ikuti*

6. Minggu ke 3 kelompok pengajian yg diikuti anak saya mulai diisi dng ceramah agama, dan ada penceramahnya. Sekilas saya melihat Si penceramah bukanlah mahasiswi semester 1, krn penampilannya agak beda dng yg lain. Krn saya menunggu diluar samar2 terdengar materi ceramah

7. Tidak hanya masalah agama saja tp sdh membicarakan ttg kemayarakatan dan pemerintahan. Disini saya mulai tdk nyaman, tp saya mencoba bijak dan terdiam. Dlm hati saya mengatakan kelompok pengajian ini tdk baik. Sbg ortu saya tetap berkewajiban membimbing anak saya

*8. Setelah sampai di rumah mulai saya bicara dr hati ke hati dng anak saya ttg pengajian yg dia ikuti. Semua hal yg baik sesuai agama saya terima dng bijak, saya kaget ketika anak saya mulai bicara Khilafah, sbg ortu saya hrs tetap sabar. Pembicaraan akhirnya saya alihkan*

9. Ke arah pendidikan, saya katakan dng lembut kpd anak saya ” kamu pilih belajar ilmu umum sesuai keinginan dan cita2 mu ato kamu mau belajar ilmu agama ” sambil tetap tenang saya sampaikan bahwa ortu banting tulang buat biaya kamu kuliah agar kamu sukses. Lama anak saya terdiam

*10. Akhirnya sambil menangis dia menyatakan saya tetap ingin belajar ilmu umum sampe lulus nanti. Dari sini saya baru punya keberanian masuk lbh dlm bertanya kpd anak saya ttg kelompok pengajian tsb. Ternyata kelompok pengajian tersebut dimentori oleh orang HTI. Dan selalu bergerak*

11. Dari satu kampus ke kampus lainnya, melalui kelompok2 kecil 5 – 10 org. Mereka yg sdh fasih pemahamannya akan bertemu kelompok lain yg levelnya lbh tinggi. Dan akhirnya akan dilibatkan dlm suatu kelompok pengajian umum dlm suatu acara dan tempat yg mereka tentukan

*12. Pembicara dlm ceramah umum menghadirkan orang2 senior di HTI. Disinilah racun mulai ditebar kpd kelompok2 pengajian yg telah direkrut sbg kader mudah dr kaum intelektual . Tepat pada akhir minggu ke 4 saya minta kpd anak saya u/ bertemu dng temannya perempuan yg prnh dtg.*

13. Ke rumah bln lalu, anak saya bersedia. Besok nya saya temuai perempuan itu di sebuah Masjid didlm kampus dan saya ajak dialog dr hati ke hati ttg anak saya dan kelompok pengajian tsb. Dia saya giring agar mempertemukan saya dng pimpinan diatas nya, alhamdulillah bersedia .

14. Singkat cerita saya bertemu pimpinan ato senior dia di sebuah tempat. Terjadilah perdebatan antara saya dng mereka 3 orang, mereka menyerang saya dr sisi agama tetap saya dengarkan saja, intinya mereka mengatakan ” kami mengajar anak bapak ttg ajaran Khilafah “

*15. Disini saya mulai geram, saya berdiri dan tatap mata mereka satu per satu, saya hormati kelompok pengajian ini, tp tolong hormati hak saya sbg ortu u/ mendidik anak saya dng ilmu pengetahuan umum bkn dng ilmu agama, krn anak saya kuliah di Pergurun Tinggi Negeri.*

*16. Mereka tetap ceramah agama didpn saya ttg Khilafah tp tdk saya hiraukan. Lalu saya mencoba tenang, saya tanya satu per satu apakah mereka belajar di Kampus yg sama dng anak saya. Saya semakin emosi ketika ada salah satu yg menyatakan dia dr Kampus yg berbeda. Disinilah saya emosi*

*17. Saya maki2 semuanya ” kalian mahasiswa bajingan semua berani meracuni anak saya dng doktrin ajaran sesat ” Ayo tunjukkan kpd saya siapa pemimpin mu disini ? Akhirnya ada seorang pemuda mungkin seniornya mencoba meredahkan emosi saya, dia mengatakan ” silakan anak bapak*

*18. Tidak ikut kelompok pengajian ini. Akhirnya mereka minta ma’af kpd saya dan anak saya. Setelah kejadian itu kelompok pengajian di Kampus anak saya tdk ada kegiatan. Tp tetap saya pantau anak saya agar tdk didekati oleh kelompok mereka. Sejak itu saya berpikiran bahwa msh*

*19. Banyak Kampus PTN lain di seluruh Indonesia yg disusupi oleh org2 HTI. Pengkaderan ini sangat berbahaya krn merekrut anak2 mahasiswa PTN yg memiliki kecerdasan intelektual diatas rata2. Alhamdulillah setelah tahun lalu Lulus anak saya sdh bekerja sesuai cita2 nya.*

(suaraislam)

https://www.suaraislam.co/viral-geram-anaknya-diracuni-khilafah-pria-ini-labrak-kelompok-pengajian-hti/
hatihatiradikalisme.blogspot.com

Monday, October 21, 2019

SIAPA SAJA ORANG INDONESIA PEJUANG MILITAN HTI ..


SIAPA SAJA ORANG INDONESIA PEJUANG MILITAN HTI ...?

 ORGAN FUNGSIONAL HTI

Selain organ struktural, ada Organ Fungsional HTI.

Organ fungsional yang masih diaktifkan sekarang:

1. Lajnah Thalabun Nushrah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke TNI/Polri untuk merekrut perwira tinggi dan menengah kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan melakukan kudeta! Lajnah ini amat-sangat rahasia!! Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional!

2. Lajnah Fa'aliyah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke lembaga-lembaga negara, partai politik, dan ormas Islam untuk merekrut ketua lembaga seperti ketua MPR, DPR, DPD, menteri-menteri, MA, MK, Kejaksaan Agung, ketua partai, dan ormas-ormas kemasyarakatan kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan mengkondisikan lembaga negara, partai dan ormas-ormas untuk mendukung kudeta yang dieksekusi oleh dewan jenderal yang telah dibina oleh Lajnah Thalabun Nushrah. Melakukan kudeta di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

Ketua Lajnah Fa'aliyah HTI sekarang adalah M. Rahmat Kurnia (dosen IPB).

3. Lajnaj siyasiyah.
Lajnah ini bertugas membangun opini masyarakat! Masyarakat dipastikan menyerang pemerintah agar masyarakat mendukung Khilafah melalui tulisan yang disebarkan dengan nama fiktif! Seperti:
Nasrudin Hoja, buletin Kaffah, tabloid Media Umat, dan channel Youtube Khilafah Channel, dll. Lajnah ini juga yang mengatur dan mensupervisi gerakan LBH PELITA UMAT. LBH ini bentukan HTI.

4. Lajnah Khos Ulama. Lajnah ini bertugas menyusup ke pesantren-pesantren dan majlis ta'lim untuk merekrut para kiai dan ustadz yang akan dibina dalam halaqah-halaqah HTI untuk memberi dukungan bagi tegaknya Khilafah versi HTI. Lajnah ini diiisi oleh anggota senior HTI yang punya latar belakang santri Antara lain,
Mustofa Ali Murtadha, Yasin Muthahhar, Ahmad Junaidi (Gus Juned), Nurhilal Ahmad, Abdul Karim, dll. Mereka mempublikasi kegiatan di www.shautululama.id

5. Lajnah Thullab wal Jami'ah. Lajnah ini bertugas merekrut pelajar dan mahasiswa melalui Rohis dan LDK yang berafiliasi ke HTI dan melalui komunitas milineal yang dibuat oleh aktivis HTI seperti:
#yukngaji yang diinisiasi oleh Felix Siauw, KARIM, dll. Untuk LDK-LDK yang berafiliasi dengan HTI dikumpulkan dalam BKLDK dan Gema Pembebasan.

6. Juru bicara  M. Ismail Yusanto didampingi wakilnya Farid Wajdi.

7. Mudir Maktab yang dijabat oleh Anwari alias M. Anwar Iman alias Suwarno. Selain menjadi pusat data, informasi dan administrasi internal, mudir maktab juga menjadi penterjemah surat-surat dari Amir HT Internasional.
Dan mengelola majalah internal al-Wae'ie.

8. Lajnah Dosen, Peneliti dan Akademisi. Bertugas merekrut para akademisi (dosen, peneliti, tenaga administrasi kampus) untuk dibina dalam halaqah-halaqah HTI. Lajnah ini dikomandani oleh:
Prof. Fahmi Amhar dibantu Dr. Kusman Sadik (dosen IPB), *Dr. Fahmi Lukman (dosen UNPAD), dll.
++++++++++++

👆SEREM.

TOLONG DI VIRALKAN SUPAYA MASYARAKAT TAHU DAN HATI2

Wednesday, October 16, 2019

HTI sebut orang Indonesia Kafir semua

Tuesday, October 15, 2019

SIAPA SAJA ORANG INDONESIA PEJUANG MILITAN HTI ..


Ratih Gandasetiawan
SIAPA SAJA ORANG INDONESIA PEJUANG MILITAN HTI ...?

 ORGAN FUNGSIONAL HTI

Selain organ struktural, ada Organ Fungsional HTI.

Organ fungsional yang masih diaktifkan sekarang:

1. Lajnah Thalabun Nushrah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke TNI/Polri untuk merekrut perwira tinggi dan menengah kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan melakukan kudeta! Lajnah ini amat-sangat rahasia!! Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional!

2. Lajnah Fa'aliyah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke lembaga-lembaga negara, partai politik, dan ormas Islam untuk merekrut ketua lembaga seperti ketua MPR, DPR, DPD, menteri-menteri, MA, MK, Kejaksaan Agung, ketua partai, dan ormas-ormas kemasyarakatan kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan mengkondisikan lembaga negara, partai dan ormas-ormas untuk mendukung kudeta yang dieksekusi oleh dewan jenderal yang telah dibina oleh Lajnah Thalabun Nushrah. Melakukan kudeta di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

Ketua Lajnah Fa'aliyah HTI sekarang adalah M. Rahmat Kurnia (dosen IPB).

3. Lajnaj siyasiyah.
Lajnah ini bertugas membangun opini masyarakat! Masyarakat dipastikan menyerang pemerintah agar masyarakat mendukung Khilafah melalui tulisan yang disebarkan dengan nama fiktif! Seperti:
Nasrudin Hoja, buletin Kaffah, tabloid Media Umat, dan channel Youtube Khilafah Channel, dll. Lajnah ini juga yang mengatur dan mensupervisi gerakan LBH PELITA UMAT. LBH ini bentukan HTI.

4. Lajnah Khos Ulama. Lajnah ini bertugas menyusup ke pesantren-pesantren dan majlis ta'lim untuk merekrut para kiai dan ustadz yang akan dibina dalam halaqah-halaqah HTI untuk memberi dukungan bagi tegaknya Khilafah versi HTI. Lajnah ini diiisi oleh anggota senior HTI yang punya latar belakang santri Antara lain,
Mustofa Ali Murtadha, Yasin Muthahhar, Ahmad Junaidi (Gus Juned), Nurhilal Ahmad, Abdul Karim, dll. Mereka mempublikasi kegiatan di www.shautululama.id

5. Lajnah Thullab wal Jami'ah. Lajnah ini bertugas merekrut pelajar dan mahasiswa melalui Rohis dan LDK yang berafiliasi ke HTI dan melalui komunitas milineal yang dibuat oleh aktivis HTI seperti:
#yukngaji yang diinisiasi oleh Felix Siauw, KARIM, dll. Untuk LDK-LDK yang berafiliasi dengan HTI dikumpulkan dalam BKLDK dan Gema Pembebasan.

6. Juru bicara  M. Ismail Yusanto didampingi wakilnya Farid Wajdi.

7. Mudir Maktab yang dijabat oleh Anwari alias M. Anwar Iman alias Suwarno. Selain menjadi pusat data, informasi dan administrasi internal, mudir maktab juga menjadi penterjemah surat-surat dari Amir HT Internasional.
Dan mengelola majalah internal al-Wae'ie.

8. Lajnah Dosen, Peneliti dan Akademisi. Bertugas merekrut para akademisi (dosen, peneliti, tenaga administrasi kampus) untuk dibina dalam halaqah-halaqah HTI. Lajnah ini dikomandani oleh:
Prof. Fahmi Amhar dibantu Dr. Kusman Sadik (dosen IPB), *Dr. Fahmi Lukman (dosen UNPAD), dll.
++++++++++++

👆SEREM.

TOLONG DI VIRALKAN SUPAYA MASYARAKAT TAHU DAN HATI2

Sunday, September 1, 2019

Jika Ingin Menguasai Orang Bodoh, Bungkus yang Batil dengan Agama


Judul ini diambil dari sebuah pesan Ibnu Rusyid, “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama”. Atas dasar fakta yang belakangan memang sedang menimpa di banyak negara, pesan ini seperti keras menampar dan menusuk. Negara-negara yang sejak dahulu dikenal sebagai barometer kemajuan peradaban Islam sperti Irak, Suriah, Libya, Yaman dan lainnya kini menjadi negara yang sedang dalam masa kehancuran bahkan masuk dalam katagori negara gagal karena konflik yang tak berkesudahan. Nyawa sudah tidak ada harganya oleh konflik berbungkus agama padahal sebenarnya berebut kuasa.

Di Indonesia, memang tak setragis itu, tapi dimana-dimana sudah bertebaran tanda akan upaya-upaya licik demi memuluskan kepentingan ingin berkuasa lalu dibungkusnya dengan embel-embel agama. Sungguh, bila ini dibiarkan bukan tidak mungkin Indonesia akan senasib dengan mereka.

https://artikel867913207.wordpress.com/2019/04/08/jika-ingin-menguasai-orang-bodoh-bungkus-yang-batil-dengan-agama/


Siapa Ibnu Rusyid ?

Abu Walid Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyid), adalah seorang cendikia & ilmuwan muslim yang lahir di Andalusia Spanyol tahun 1128 M, pada masa invasi Kekaisaran Ummayah ke Eropa.

Selain seorang hafidz (hafal Al-Quran), Ibnu Rusyid memiliki “pengetahuan ensiklopedik” (jenius) mahir berbagai disiplin ilmu seperti kedokteran, hukum, matematika, filsafat, dll. Ibnu Rusyid adalah seorang Hakim yang juga seorang Fisikawan.

Pemikiran Ibnu Rusyd digadang sebagai karya filsafat berpengaruh abad pertengahan. Ibnu Rusyid juga tokoh perintis penelitian jaringan tubuh (histology) berjasa di bidang kedokteran, sampai mendapat gelar “Si Jenius dari Andalusia”.

Batil Berbungkus Agama

Ibnu Rusyid, salah satu cendikiawan terjenius dalam sejarah Islam, memperingatkan umat Muslim akan bahaya “alih fungsi agama”. Ibnu Rusyid memperingatkan akan datangnya satu masa ketika Islam akan diselewengkan justru dijadikan “alat” untuk Membenarkan yang batil.

Sepanjang sejarah kemanusiaan, tak terhitung banyaknya konflik dan perang yang menggunakan agama sebagai dalih untuk justifikasi (pembenaran) aksi perang, juga untuk manipulasi massa agar mau dijadikan mesin pembunuh.

Manipulasi sang Fuhrer

Adolf Hitler, orator terulung dalam sejarah umat manusia, membius bangsa Jerman dengan bungkus gerakan Nazi adalah “gerakan Kristiani”. Slogan “gerakan Nazi adalah Kristiani” selalu terdengar dalam setiap pidatonya (sumber: Bundesarchiv Berlin-Zehlendorf).

Buku suci Nazi “M-e-i-n K-a-m-p-f” yang ditulis Hitler, hampir setiap halaman nya selalu terdapat penegasan gerakan Nazi adalah gerakan “Relijius”, bahwasanya Nazi mengemban misi dari Tuhan untuk menghapus etnis yahudi dari muka bumi.

Bangsa Jerman terbius oleh manipulasi sang fuhrer lalu pergi berperang yang menyebabkan puluhan juta jiwa tewas, belum termasuk korban genosida pembersihan etnis yang dilakukan Nazi terhadap yahudi eropa.

Agama Dibuat Senjata oleh Kelompok Ekstrem untuk Pemusnah Massal

Sebut “konflik agama” yang pernah ada di muka bumi, dari Crusade (perang salib), sampai konflik Bosnia, sampai Perang Suriah, tidak pernah urusan agama, melainkan urusan Wilayah, Kekuasaan dan Uang (minyak), dan agama jadi dalih nya.

Karena tidak ada cara lebih efektif untuk manipulasi “orang bodoh” agar mau melakukan “hal bodoh” yaitu dengan menggunakan agama.

Kita menyaksikan sendiri berbondong-bondong orang bodoh pergi ke Surah & Irak untuk bergabung dengan ISIS rela MATI SANGIT (mati konyol) berpikir akan masuk surga plus bonus 72 bidadari #Bodoh

Kita menyaksikan betapa ayat dan dalil dijual lebih murah dari kacang goreng saat Pilkada untuk kampanye negatif menjatuhkan calon lawan dan memenangkan calon yang diusung.

Begitu dahsyat daya bius dan daya hipnotis agama terhadap orang-orang bodoh, sehingga akal sehat mereka berhenti total, berkat dogma “menggunakan akal adalah sesat”.

Makar Berbungkus Agama

Yang diperjuangkan oleh Ormas terlarang adalah mendirikan khilafah menggantikan falsafah Pancasila adalah gerakan makar tidak ada bedanya dengan PKI.

Bedanya dengan PKI, gerakan ini dibungkus agama, dibungkus dengan bendera tauhid, dibungkus dengan dalil sehingga orang-orang bodoh tidak bisa melihat kebatilan karena terlanjur “silau” oleh kemasan agama.

Wejangan Ibnu Rusyid “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkus yang batil dengan agama.”, memang nyata adanya. Kita hanya bisa berdoa semoga populasi orang bodoh lebih sedikit daripada populasi orang cerdas, aamiin.

Tak lupa juga, mari kita berdoa agar Revisi UU terorisme segera disahkan, supaya gerakan-gerakan makar berkedok agama dapat segera dibasmi tuntas, tas, tas, tassss, aamiiin.

Jangan mau tertipu…

Khilafah No Pancasila Yes

Monday, August 19, 2019

PAK JOKOWI! WAHABI, KHILAFAH, ISLAM RADIKAL DI SEKOLAH2 & KAMPUS ANCAM NKRI

Gbr Ilustrasi


PAK JOKOWI! WAHABI, KHILAFAH, ISLAM RADIKAL DI SEKOLAH2 & KAMPUS ANCAM NKRI

Sungguh menakutkan, Itu wajah sekolah dan kampus negeri di Indonesia. Intoleransi, anti keberagaman, anti pluralisme telah merasuk. Penyebabnya adalah mewabahnya Wahabi, Khilafah, dan Islam radikal di lingkungan pendidikan yang terkait dengan faktor di luar sekolah dan kampus yang juga lebih menakutkan. Perilaku khilafah yang nyata dijadikan rujukan anak sekolah dan mahasiswa. Serem beneran kan...

Surat yang beredar tentang Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pusat kegiatan Islam radikal bukan isapan jempol. Gerakan bersih-bersih -untuk menguatkan Islam radikal- ala Islam radikal berlangsung. Caranya? Mereka menguasai seluruh alat kelengkapan akademis dan kegiatan di kampus. Rektor, Dekan, Senat Universitas, Senat Mahasiswa, Unit kegiatan, masjid dan unit bisnis mereka kuasai.

Sebelumnya di tingkatan pendidikan dasar dan menengah juga dilakukan penguasaan secara taktis. Di PAUD, SD, SMP, radikalisme dibangun lewat guru. Lembaga pendidikan berkedok IT, seperti SDIT, hampir dapat dipastikan dimiliki oleh PKS dan HTI. Di SMA mulai dengan kegiatan yang disebut Rohis dan OSIS. Di kampus mereka lebih radikal lagi. Siklus sejak PAUD sampai perguruan tinggi menggurita.

Wajah sekolah dan kampus negeri di Indonesia penuh rasa intoleransi. Gerakan Wahabi, khilafah, dan ajaran Islam radikal di Sekolah dan Kampus telah memicu intoleransi. Gerakan yang sudah 30 tahun lebih bergerak itu kini tengah memanen hasilnya. Intoleransi, anti-Pancasila, anti kemapanan, anti pemerintahan muncul di masyarakat. Negara dalam bahaya. Eksistensi NKRI terancam.

(PKS adalah salah satu wujud panen konservatisme agama yang formal dan legal yang mirip Partai AKP di Turki. Ideologi mereka pun sama: Ikhwanul Muslimin. Yang di Mesir dan banyak negara Teluk, IM adalah organisasi teroris. FPI potret pembiaran ormas gerakan Islam radikal di masyarakat, pemicu kisruh atas nama agama).

Wahabisme dan gerakan khilafah bersatu dengan Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Ini fenomenal. Padahal ketiga gerakan Islam radikal itu memiliki perbedaan ideologi perjuangan. Namun, karena terdesak di Timur Tengah, dan berbagai belahan Bumi, mereka merapatkan barisan. Itu salah satu sebab PKS tetap mendapatkan dukungan suara di Pemilu 2019.

Kondisi di luar kampus dan lembaga pendidikan ini makin rusak lagi. Sebagian kecil (20% menurut survei) karyawan BUMN, ASN telah terpapar paham radikal. Ideologi khilafah. Buktinya di masjid-masjid BUMN beredar khotbah-khotbah ajaran khilafah oleh ustad eks HTI. Banyak pula ASN yang terang-terangan menentang Pancasila. Pengikut khilafah. Salah satunya yang fenomenal ya Adyaksa Dault.

Panen radikalisme ini menjadi tantangan Presiden Jokowi. Jika ingin Indonesia tidak hancur berkeping seperti Syria, rakyat sudah mendukung dengan tidak memilih Prabowo, maka Jokowi harus membenahi pendidikan sejak PAUD sampai perguruan tinggi. Caranya?

Jokowi akan mengintegrasikan seluruh kekuatan dan sumber daya untuk melawan ancaman ambruknya Indonesia oleh gerakan anti NKRI, anti-Pancasila, pro Khilafah dan ISIS. TNI/Polri harus dikuatkan dan dibersihkan dari unsur non Merah-Putih. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek harus dibongkar agar memiliki kuku merangsek kampus seperti UI dan IPB. Pembersihan dari rektor sampai unsur lainnya.

Jokowi juga akan membuat kurikulum dasar untuk mengajarkan Kebangsaan, Nasionalisme, dan Kecintaan terhadap tanah air. Anak-anak Indonesia harus lebih mencintai bangsa dan budaya Indonesia dibanding dengan budaya Arab. Mahasiswa Indonesia harus bangga mengerek bendera Merah Putih. Bukan mengerek bendera Khilafah.

Karyawan BUMN dan ASN harus bangga melayani rakyat. Bukan menghisap gaji, pajak, korupsi untuk gerakan khilafah. KPK dan lembaga-lembaga negara harus bebas dari kepentingan gerakan khilafah.

Waktu 5 tahun adalah pendek bagi Jokowi. Jangan sampai waktu Jokowi habis untuk seremonial kekuasaan. Deal-deal dan menghabiskan waktu kisruh melayani kepentingan parpol. Jokowi harus segera bekerja untuk menunaikan janjinya: mempertahankan keutuhan NKRI dari kejatuhan ke tangah khilafah. Salah satunya lewat pendidikan. Dan, rakyat telah memilih dan mendukung pak Jokowi.

#JokowiMenang... #JokowiLagi... #2019JokoWidodoPresidenRI... Salam damai sejahtera bagi Rakyat / Bangsa Indonesia... Salam NKRI harga mati... Tuhan Yesus Memberkati Presiden Joko Widodo beserta jajarannya dan kita semua... 👌✊👏💪👍🙏🙏🙏🇸🇬🇸🇬🇸🇬🇸🇬🇸🇬🇸🇬🇸🇬



Video 4 Hasil Penelitian SETARA INSTITUT tentang Kaum Islamis di Perguruan Tinggi Negeri

https://www.youtube.com/watch?v=D7WgHyW5vKo&feature=youtu.be

Kalangan Buruh Rentan Terpapar Paham Radikalisme


Ken Setiawan: Kalangan Buruh Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Selain menyasar palajar dan mahasiswa, radikalisme juga rentan menyasar kalangan buruh, terutama pekerja yang datang dari daerah dan menjadi pendatang di ibu kota. Mereka juga sangat rentan direkrut kelompok radikal.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengatakan, kelompok radikal paling sering merekrut anggota dari kalangan muda, para pelajar, mahasiswa dan kalangan buruh.

“Representasi paling banyak itu selain kalangan pelajar dan mahasiswa adalah kalangan buruh,” kata Ken saat ditemui usai diskusi di ajang Kongres Pancasila di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Sleman, Jogjakarta.

Ken menjelaskan, banyak orang daerah datang ke ibu kota untuk mencari kerja. Ketika di Jakarta, mereka bertemu dengan orang-orang dari daerah asalnya. “Di Jakarta belum kerja, misalnya. Kemudian diberitahu di Jakarta itu mahal semua, dari harga kos-kosan, makan. Kemudian ditawari tinggal bersama,” ujarnya. Karena solidaritas antar perantau, sama sama berasal dari daerah yg sama, seolah senasib dan seperjuangan jadi tidak ada rasa curiga.

Karena merasa senasib dan sepenanggungan, atas dasar solidaritas, mereka mau saja saat direkrut ke kelompok radikal. Modus seperti ini telah terdeteksi dan dialami oleh sejumlah buruh di sekitar Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, karawang tangerang dll.

“Di daerah Cikarang waktu itu salah satu perusahaan hampir seperempat karyawan yang berjumlah ribuan itu sudah teridentifikasi dan ini belum disentuh oleh pemerintah,” katanya.

Belum tersentuhnya permasalahan radikalisme di kalangan buruh karena tidak ada yang monitor, kalau pelajar dan mahasiswa misalnya biasa pulang sore tiba tiba sering pulang larut malam akan ketahuan, termasuk biasa pembayaran tepat tiba tiba selalu telat, bahkan ada yang justru tidak dibayarkan. Nah untuk kalangan buruh siapa yang pantau, mau nggak pulang sehari, seminggu atau sebulan juga kadang ndak ada yang peduli, paling yang punya kost atau kontrakan karena harus bayar perpanjang kontrakan.

Menurut Ken, mereka terpapar radikalisme karena terus diberi ajaran untuk membenci Pancasila dan negara Indonesia. “Jadi kalau mereka tidak mendapat pencerahan, berbahaya. Banyak anak hilang, merantau hilang, karena terpapar paham radikalisme,” ucapnya.

Untuk itu, Ken menyatakan mereka yang terpapar radikalisme perlu mendapat materi-materi kebangsaan. Selain itu, mereka harus diajak bergabung ke komunitas untuk menarik minat mereka.

“Melalui komunitas kearifan lokal, antar-daerah, motor, mobil, seni, olahraga dll. Kalau kita ajak ngaji atau seminar biasanya kurang direspon. Tapi efektif ketika suatu komunitas berkumpul/ kopdar menjadi mudah dan nyaman dalam menyampaikan pesan pesan kebangsaan,” ucapnya.

Ken berharap pemerintah hadir melalui kementrian dan lembaga untuk bekerja sama dengan pihak perusahaan, baik bumn maupun swasta untuk memberikan pencegahan bahaya radikalisme di kalangan karyawan/ buruh agar ketika mereka di dekati atau di rekrut untuk bergabung dalam kelompok radikal sudah bisa mengidentifikasi dan menolak ajakan bergabung.

Konsepnya sama seperti narkoba, bahkan tingkat sakaunya lebih parah dari narkoba, jangan pernah coba coba, kalau berani coba dan tidak punya argumentasi dalil yang kuat maka bisa jadi akan terpapar paham radikalisme, waspada tapi jangan sampai pobia terhadap agama.

Diakui Ken, banyak laporan korban radikal dari kalangan buruh yang datang dari daerah sampai laporan kehilangan keluarga yang awalnya merantau tapi tak kunjung pulang. Sekali pulang berubah drastis, mulai mengkafirkan orang lain, tidak mau bergaul dan merasa dirinya paling benar.

Ken lewat NII Crisis Center membuka hotline pengaduan masyarakat di nomer whatsapp 08985151228

Ken berharap dengan sosialisasi meluas minimal akan mempersempit gerakan radikal, tutup Ken.

Sumber http://kamtibmasnkri.com/2019/08/18/buruhrawanradikalisme/

Boleh di share/ bagikan.

Sunday, July 21, 2019

Upaya Merebut Prabowo dari Islam Radikal


Upaya Merebut Prabowo dari Islam Radikal

Saya menulis tulisan ini menjelang tengah malam, 26 Juni 2019. Esok hari 27 Juni 2019 akan menjadi hari bersejarah bagi demokrasi Indonesia, di mana MK akan membacakan putusan atas persidangan sengketa Pilpres 2019. Tulisan ini tidak akan membahas lagi bagaimana sidang kemarin telah berjalan. Tulisan ini justru mengetengahkan wacana dunia politik Indonesia beberapa hari atau minggu ke depan.

Sama-sama kita tahu bahwa kubu Prabowo-Sandi telah memilih jalur hukum yang bermartabat bagi gugatan mereka atas hasil Pilpres 2019. Hal ini patut kita hormati dan kita apresiasi. Bagaimana pun kesediaan menempuh proses hukum adalah sikap mulia seorang warga negara. Dan sebaliknya, penolakan terhadap proses hukum adalah sikap tercela. Prabowo memilih jalur damai di MK daripada turun ke jalan melakukan "people power" seperti yang diserukan oleh para pendukungnya sejak sebelum Pilpres berlangsung. Prabowo sampai di sini menunjukkan sikap negarawan yang patut kita hargai.

Tidak hanya itu, Prabowo juga sudah menyatakan akan menerima apapun hasil sidang MK dan melarang pendukungnya turun ke jalan melakukan demonstrasi. Lagi-lagi ini adalah sikap ksatria yang secara eksplisit patut kita acungi jempol. Dari pernyataan sikap Prabowo ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa di kalangan elit bangsa kita sudah tidak ada lagi perseteruan. Bahkan beberapa hari terakhir, media massa baik elektronik, cetak, maupun online mengetengahkan isu-isu rekonsiliasi antara kubu Jokowi dan Prabowo. Awalnya penulis sangat tidak setuju dengan isu rekonsiliasi ini. Bagi penulis, Jokowi telah mengkhianati kontituennya jika melakukan rekonsiliasi politik dengan Prabowo. Namun, setelah mengamati banyak fenomena melalui media berita yang ada, penulis merubah pikiran dalam masalah rekonsiliasi ini.

Salah satu fenomena yang merubah pikiran penulis adalah sikap FPI yang tidak menurut pada perintah Prabowo dengan ingin tetap melakukan aksi massa. Artinya FPI sudah tidak satu komando dengan Prabowo. Lalu FPI mau memperjuangkan siapa? Memperjuangkan Prabowo? Sedangkan Prabowo sudah menyatakan siap menerima apapun keputusan MK, termasuk jika dia kalah dalam persidangan tersebut. Ada yang janggal. Ada sesuatu yang menarik dan pastinya memiliki hubungan erat dengan sikap Prabowo, isu rekonsiliasi, dan nasib berbagai aliran Islam Politik juga Islam radikal di Indonesia.

Berita terakhir yang penulis baca dari media online JJPN menyebutkan bahwa orator PA 212, Marwan Batubara menyatakan "ancaman" kepada Prabowo jika Prabowo menerima tawaran rekonsiliasi dan mengakui kekalahan. "Anda (Prabowo) mengkhianati itu, anda tak pantas jadi pemimpin. Silakan anda ambil jalan sendiri, kami akan ambil jalan advokasi demi tegaknya Indonesia," kata Marwan. Berita ini bisa dilihat di link berikut ini:  https://www.jpnn.com/news/orator-pa-212-ancam-prabowo-subianto-anda-berkhianat-silakan-jalan-sendiri

Ini semakin membuat penulis berubah pikiran. Penulis menangkap satu simpul rumit dari gerakan Islam radikal di Indonesia melalui fenomena terakhir ini. Sama-sama kita tahu bahwa HTI secara struktur telah dihabisi oleh Jokowi. Sementara FPI hingga hari ini masih ketar-ketir soal perijinan di Kemendagri. Begitu pula pergerakan kelompok teroris seperti MIT, JAD, JAT, dan lain-lain sudah banyak dibabat oleh Densus 88 Anti-Teror.

Di sisi lain, mereka kaum radikal Islam baik yang melalui jalan politik ataupun teror, selama ini menggantungkan harapan pada satu sosok yaitu Prabowo. Bagi mereka Prabowo akan bisa menjadi "juru selamat" bagi pergerakan mereka di Indonesia. Mereka berpikir bahwa Prabowo bisa diandalkan untuk melindungi eksistensi mereka di Nusantara.

Namun sepertinya mereka lupa, Prabowo bukanlah sosok yang cukup Islamis. Prabowo bahkan secara tegas menolak paham khilafah. Jika pun selama ini Prabowo dekat dengan tokoh-tokoh Islam radikal, itu cuma kedekatan politik saja. Dan politik nilai-nilainya selalu berubah setiap harinya.

Ucapan Marwan yang dikutip dari JJPN, mengindikasikan ada friksi antara Prabowo dan kaum Islam radikal. Jika saya ada di posisi Prabowo, rekonsiliasi bisa jadi jalan penutup kerugian kekalahan di dua Pilpres yang telah berlalu. Artinya Prabowo tidak mungkin sanggup bertahan begitu lama menjadi oposisi. Dia telah merelakan banyak biaya politik yang tidak murah. Jika dia harus menuruti kemauan kelompok Islam radikal, apakah mereka bisa mengganti kerugian di dua Pilpres?

Meski begitu penulis tetap berada di pendapat awal penulis, bahwa Prabowo menyimpan aib besar sejarah bangsa Indonesia di akhir masa Orde Baru. Penulis menolak lupa terhadap hal ini. Penulis juga sadar betul ada banyak orang-orang Orde Baru terutama anak-anak Cendana yang ingin bangkit kembali dengan membonceng Prabowo. Tapi penulis tidak mentolerir jika Islam radikal harus mendapatkan ruang dan nafas di bumi Nusantara.

Penulis akhirnya membuat beberapa dugaan, sekali lagi, ini hanya dugaan bisa benar bisa salah. Dugaan tersebut adalah, pihak Jokowi dan gerbong politiknya sedang dihadapkan pada dilema, apakah harus tetap berkonfrontasi dengan Prabowo selama lima tahun ke depan dengan begitu tetap membuat kelompok Islam radikal bernafas dan bernaungan di gerbong politik Prabowo, atau berdamai dengan Prabowo di mana ini tentu akan memberi celah kepada orang-orang dekat Prabowo untuk masuk ke lini pemerintahan. Buah simalakama rasanya.

Namun penulis sadar, bahwa di samping Jokowi ada KH. Ma'ruf Amin. Beliau seorang ulama sekaligus politisi senior bangsa ini. Tentu pasti ada nasihat-nasihat yang meluncur ke telinga Jokowi. Mungkin kaidah Ushul Fiqh yang tentu sangat dipahami oleh Ma'ruf Amin yang berbunyi "akhafu baina dhararain" (memilih yang paling ringan bahayanya di antara dua bahaya) telah dibisikan ke telinga Jokowi.

Memberi ruang kepada orang-orang Prabowo masuk ke pemerintahan bisa jadi bukan pilihan baik, kita sama-sama tahu track record mereka. Namun setidaknya bangsa kita masih punya hukum dan orang-orang Prabowo bukanlah orang-orang yang kebal hukum atau berani melawan hukum. Sudah terbukti beberapa orang dari orang-orangnya Prabowo kini telah taat dan menjalani proses hukum. Lihat saja Ratna Sarumpaet dan Kivlan Zein.

Namun bagaimana jika tetap memberi ruang dan nafas bagi Islam radikal di Indonesia dengan tetap membiarkan mereka punya kendaraan politik? Ini pilihan yang sangat buruk, dan mestinya tidak boleh dipilih sama sekali. Kelompok Islam radikal di belahan dunia mana pun bukanlah kelompok yang patuh terhadap hukum negara. Mereka telah terdoktrin bahwa satu-satunya hukum yang patut mereka taati adalah hukum yang diklaim sebagai "hukum Allah". Dengan memberi mereka kendaraan politik meski itu berupa oposisi, mereka akan sangat membahayakan NKRI. Kelompok Islam radikan akan bisa bergerak bebas dengan memiliki akomodasi politik sebagai oposisi. Saya pikir orang seperti Jokowi tidak akan mau mempertaruhkan NKRI demi kepentingan politiknya.

Maka dugaan kedua saya adalah, Jokowi hendak "mengambil" Prabowo dari pelukan Islam radikal. Dengan begitu, Islam radikal tidak lagi mempunya gerbong politik. Mereka akan jadi "lone wolf" yang tak punya akomodasi untuk bergerak. Dan itu kesempatan besar bagi Jokowi untuk menghabisi mereka. Itu kenapa Marwan begitu emosional mengancam Prabowo. Islam radikal tanpa Prabowo hanya akan jadi gerbong rapuh tanpa lokomotif. Kelompok mereka yang sudah menggurita di tengah masyarakat bahkan di lembaga pemerintahan dan BUMN bisa dengan mudah teralienisasi dengan bercerai dari Prabowo. Mereka tidak bisa lagi memanfaatkan "hak" demokrasi untuk mengacak-acak bangsa ini.

Maka jika memang menarik Prabowo dan melepaskannya dari kontrak politik dengan Islam radikal harus dilakukan demi menjaga NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika, maka lakukanlah, Pak Dhe Jokowi! Kami generasi muda Indonesia yang ingin Indonesia tetap sebagai negara majemuk, plural, dan rukun selalu ada di barisanmu.

Semoga damai selalu menaungi Indonesia.

Saturday, July 20, 2019

ORGAN FUNGSIONAL HTI



https://youtu.be/cghkT98Aock

 ORGAN FUNGSIONAL HTI

Selain organ struktural seperti di atas, ada Organ Fungsional.

Organ fungsional yang masih diaktifkan sekarang:
1. Lajnah Thalabun Nushrah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke TNI/Polri untuk merekrut perwira tinggi dan menengah kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan melakukan kudeta!
Lajnah ini amat-sangat rahasia!!
Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional!

2. Lajnah Fa'aliyah.
Lajnah ini bertugas menyusup ke lembaga-lembaga negara, partai politik dan ormas Islam untuk merekrut ketua lembaga seperti ketua MPR, DPR, DPD, menteri-menteri, MA, MK, Kejaksaan Agung, ketua partai dan ormas-ormas kemasyarakatan kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan mengkondisikan lembaga negara, partai dan ormas-ormas untuk mendukung kudeta yang dieksekusi oleh dewan jenderal yang telah dibina oleh Lajnah Thalabun Nushrah.
Melakukan kudeta di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.
Dipimpin oleh seorang Ketua Lebih dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

Ketua Lajnah Fa'aliyah HTI sekarang adalah M. Rahmat Kurnia ( dosen IPB ).

3. Lajnaj siyasiyah.
Lajnah ini bertugas membangun opini masyarakat!
Masyarakat dipastikan menyerang pemerintah agar masyarakat mendukung Khilafah melalui tulisan yang disebarkan dengan nama fiktif!
Seperti:
Nasrudin Hoja, buletin Kaffah, tabloid Media Umat dan channel Youtube Khilafah Channel, dll.
Lajnah ini juga yang mengatur dan mensupervisi gerakan LBH PELITA UMAT
LBH ini bentukan HTI.

4. Lajnah Khos Ulama.
Lajnah ini bertugas menyusup ke pesantren-pesantren dan majlis ta'lim untuk merekrut para kiai dan ustadz yang akan dibina dalam halaqah-halaqah HTI untuk memberi dukungan bagi tegaknya Khilafah versi HTI.
Lajnah ini diiisi oleh anggota senior HTI yang punya latar belakang santri
Antara lain,
Mustofa Ali Murtadha, Yasin Muthahhar, Ahmad Junaidi (Gus Juned), Nurhilal Ahmad, Abdul Karim, dll.
Mereka mempublikasi kegiatan di www.shautululama.id

5. Lajnah Thullab wal Jami'ah.
Lajnah ini bertugas merekrut pelajar dan mahasiswa melalui Rohis dan LDK yang berafiliasi ke HTI dan melalui komunitas milineal yang dibuat oleh aktivis HTI seperti:
#yukngaji yang diinisiasi oleh Felix Siauw, KARIM, dll.
Untuk LDK-LDK yang berafiliasi dengan HTI dikumpulkan dalam BKLDK dan Gema Pembebasan.

6. Jurubicara
 M. Ismail Yusanto didampingi wakilnya Farid Wajdi.

7. Mudir Maktab
Yang dijabat oleh Anwari alias M. Anwar Iman alias Suwarno.
Selain menjadi pusat data, informasi dan administrasi internal, mudir maktab juga menjadi penterjemah surat-surat dari Amir HT Internasional.
Dan mengelola majalah internal al-Wae'ie.

8. Lajnah Dosen, Peneliti dan Akademisi.
Bertugas merekrut para akademisi (dosen, peneliti, tenaga administrasi kampus) untuk dibina dalam halaqah-halaqah HTI.
Lajnah ini dikomandani oleh:
Prof. Fahmi Amhar dibantu DR. Kusman Sadik (dosen IPB), DR. Fahmi Lukman (dosen Unpad), dll.

++++++++++++
Wajib di virakan, biar gak banyak umat lslam TERTIPUUU..

Friday, July 19, 2019

Kisah Perempuan Indonesia di Suriah: Anakku Digagahi di Depan Mataku


Kisah Perempuan Indonesia di Suriah: Anakku Digagahi di Depan Mataku

Ratusan pengungsi sedang beristirahat dan bermalam di sebuah tempat. Mereka ingin meninggalkan kota Raqqa yang dikuasai Daesh (ISIS) menuju sebuah kota di Turki. Ada percakapan antara wanita Indonesia dan wanita Suriah.

"Saya benar benar jadi korban propaganda Daesh. Jauh jauh suami saya mengajak kami sekeluarga meninggalkan Indonesia, ingin hidup dalam negara bersyariah dan Islami. Khilafah katanya lebih baik ketimbang negara Republik yang menganut paham demokrasi. Ditawarkan pekerjaan yang penghasilannya lumayan. Tentu saja kami tergiur, bisa hidup mapan sambil menabung amal untuk kehidupan akhirat nanti. Ternyata semuanya palsu. Suami saya dipenjara oleh Daesh. Saya hampir diperkosa. Anak perempuan saya mau dipaksa jadi istri pejuang Daesh. Kami ini korban Daesh," kata wanita asal Indonesia.

Wanita Suriah menjawab, "Korban ndasmu! Dasar botol (bodoh tolol)! Kalian itu pelaku, jangan sok jadi korban. Disebut korban adalah jika anda berada dalam kondisi diluar kekuasaan dan kendali anda. Seperti kami, yang dulu hidup tenang mencari nafkah dan membesarkan anak anak. Tiba tiba ada perang. Suamiku dipenggal kepalanya akibat tak mau ikut angkat senjata. Anak perempuanku digagahi didepan mataku sendiri, dan sekarang saya tidak tahu dia masih hidup atau tidak."

"Kalian enak hidup di Indonesia yang tenang dan damai, tak ada perang, tak ada Daesh. Tapi dengan kesadaran sendiri memilih datang ke negara kami untuk bergabung dengan Daesh. Apa kalian tak pernah melihat kekejian mereka menyembelih leher manusia seperti binatang? Apa kalian tak mendengar berita ada anak perempuan usia 12 th sudah dilelang di pasar budak untuk jadi pemuas nafsu sex mereka?"

"Pejuang pejuang Daesh itu berasal dari berbagai negara. Untuk apa kalian kesini? Untuk apa suamimu kemari? Suamimu sangat bodoh, membawa keluarganya ke negeri yang dilanda peperangan dan bersimbah darah. KALIAN ITU PELAKU, BUKAN KORBAN. Kalian ikut menghancurkan negeri kami dengan mimpi khilafahmu itu. Kita sama sama muslim, kenapa kalian tega menyakiti bangsa kami?"

Wanita asal Indonesia itu tak mampu berkata apa apa. Cuma menangis sesenggukan. Dalam hati dia berdoa agar tak ada lagi orang orang Indonesia yang berpikiran bodoh seperti suaminya, yang berpikir ingin membela agamanya sehingga rela meninggalkan kehidupan yang normal di Indonesia demi bergabung dengan Daesh yang perilakunya sangat barbar dan jauh dari nilai nilai kemanusiaan. Dia yakin agamanya adalah agama pembawa damai, bukan agama perusak.

Sekarang dia sadar bahwa suaminya cuma jadi korban doktrin sesat dari "guru gurunya", yang menganjurkan suaminya berangkat ke Suriah untuk membela agamanya. Membela agama macam apa yang bisa dilakukan di negara yang penuh kekerasan itu? Masih mendingan di Indonesia bisa menyantuni fakir miskin, membantu orang orang susah, dan menjadi guru ngaji bagi anak anak kecil di kampungnya. Itu lebih mulia dan berpahala.

(Sumber: Status Facebook Ari Wibowo)

THE DARK AND BLOODY SIDE Of KHILAFAH


THE DARK AND BLOODY SIDE Of KHILAFAH

"Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah kebatilan dengan agama”
[Ibnu Rusd]

Sudah baca buku “Islam Yes, Khilafah No” Jilid 2 karya Nadirsyah Hosen? Kalau belum, beli dan bacalah bukunya.
Umat Islam perlu mengetahui fakta sejarah kekhilafahan yang sebenarnya dan jangan mau di-bodoh2-i terus. Bodoh kok di-laminating…!?

Saya ber-kali2 menahan napas dan tak mampu meneruskan membaca buku ini. Saya harus berhenti membaca berkali-kali karena kisahnya begitu shocking, mengenaskan dan mengerikan.

Saya hampir tidak percaya bahwa kisah yang dituliskan itu nyata dan merupakan fakta sejarah. Masalahnya ini bukan sekedar sejarah tentang raja2 dan kaisar tapi ini sejarah kekhilafahan Islam.

Selama ini kekhilafahan Islam digambarkan oleh para pengusung khilafah dengan begitu gemerlap, indah, terberkati oleh Tuhan, satu-satunya solusi dunia, yang ternyata faktanya terbalik 180 derajat Celcius. Rasanya saya mau misuhi semua pentolan HTI yang selama ini telah membohongi umat Islam dengan gambaran yang keliru dan menyesatkan dari sistem khilafah yang mereka jajakan.

Buku pertama “Islam Yes, Khilafah No” juga sebenarnya telah menjelaskan betapa busuk, kejam, dan mengerikannya perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh para keluarga dari Dinasti Umayyah. Dinasti Umayyah adalah dinasti yang mengakhiri kekuasaan Ali bin Abi Thalib ra sebagai salah satu dari Khulafaur Rasyidin empat khalifah Islam yang paling diagungkan dalam sejarah Islam.

Sulit dipercaya bahwa umat Islam pada zaman itu bisa begitu kejam dan telengas jika berurusan dengan perebutan kekuasaan. Tapi begitulah faktanya.

Tapi buku kedua yang bercerita tentang Dinasti Abbasiyah yang memiliki 37 khalifah yang berkuasa sejak tahun 750 – 1258 lebih mengejutkan, mengenaskan, dan mengerikan.

Saya sampai tidak percaya bahwa perebutan kekuasaan di antara mereka bisa begitu kejam, ganas, dan tak mengenal belas kasihan. Umat Islam yang mewarisi ajaran agama yang penuh belas kasih dari Nabi Muhammad seolah manusia2 barbar yang tidak pernah mengenal ajaran agama sama sekali? Sampai segitunya…?!

Kok rasanya lebih biadab ketimbang kisah “Games of Thrones” ya…?!

Tapi itulah fakta sejarah yang tidak akan pernah dikisahkan oleh para pengusung khilafah macam HTI. Mereka menipu umat Islam seolah sistem khilafah yang mereka tawarkan adalah suci, murni, syar’i, tak punya cacat, dan merupakan perintah Tuhan bagi umat Islam untuk mendirikannya.

Tentu saja ada di antara tokoh mereka yang sudah pernah membaca kisah kelam dari sistem khilafah ini dan tahu bahwa sebenarnya sistem ini bukanlah ajaran Islam yang diwajibkan bagi umat Islam melainkan hanya ijtihad semata.

Tapi kalau hati sudah tertutup oleh angan-angan dan ambisi, maka semua fakta dan kisah yang ada tidak akan membuat mereka berubah. Semoga dibukakan hati kalian untuk bertobat.
Aamiin!

Bahaya Ideologi HTI
Sejak awal tahun 2003 di Balikpapan saya sudah mencium bau busuk dari propaganda HTI dan sejak itu saya terus aktif menentang mereka baik melalui tulisan mau pun dalam forum diskusi langsung. Tentu saja saya dimusuhi oleh para pengusung dan pendukung HTI ini.

Ada seorang teman yang bertanya dengan setengah menggugat mengapa saya getol sekali menulis tentang bahayanya HTI dan perlunya umat Islam mengenyahkan gerakan mereka dari bumi persada ini. Bahkan ada banyak teman yang dengan terang-terangan membela HTI dan mengecam saya.

Saya bisa mengerti bahwa memang banyak umat Islam yang telah tertipu oleh pemikiran Islamisasi negara ala HTI ini. Belakangan ini banyak orang yang baru paham akan bahayanya gerakan Hizbut Tahrir setelah gerakan ini membesar dan terasa benar2 mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selama ini kita memang menganggap remeh gerakan berbahaya ini dan meski kemudian tersadar gerakan ini telah begitu menusuk dan merusak pemikiran banyak umat Islam. Untunglah kemudian Presiden Jokowi melarang gerakan ini mengikuti puluhan negara lain yang juga telah melarang gerakan ini di negara masing2.

Tapi keterlambatan ini jelas membawa ongkos yang tidak sedikit yang sampai sekarang dan entah sampai kapan masih harus kita bayar. Telah terlalu banyak umat Islam yang tertipu oleh gerakan ini.

Umat Islam Indonesia memang masih mudah dikecoh dengan segala atribut yang berbau agama. Dan itu sudah disampaikan oleh Ibnu Rusd ber-abad2 yang lalu dengan peringatannya :
"Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah kebatilan dengan agama.”

Umat Islam sangat mudah dikecoh dengan kemasan yang berbau agama dan itulah yang dilakukan oleh organisasi politik bernama Hizbut Tahrir ini.

Meski pun mereka jelas2 adalah organisasi politik yang berasal dari Timur Tengah toh sangat banyak umat Islam yang menganggap ini semacam lembaga dakwah Islam yang ingin membawa kemurnian dan kejayaan agama Islam dan menghancurkan kebatilan yang ada di Indonesia.

“HTI selama ini baik-baik saja dan pendukungnya adalah orang-orang yang taat beragama.”, demikian kata teman saya membela HTI. Tentu saja yang per-tama2 mudah ditipu oleh gerakan ini adalah orang2 yang taat beragama karena memang bungkus yang digunakan adalah agama dengan menggunakan hadist dan ayat-ayat Alquran.

HTI tidak akan mungkin didukung oleh non-muslim atau muslim yang tidak silau dengan atribut agama.

"HTI tidak pernah memberontak seperti PKI.” demikian katanya lagi.

Memang belum tapi pasti suatu saat akan memberontak. Tidak mungkin tidak. Seperti juga PKI dulu mereka hanya menunggu kapan mereka siap melakukannya. Dan itu sudah dilakukannya di beberapa negara.

Tahun 1974, Hizbut Tahrir melakukan kudeta dengan membunuh Presiden Anwar Sadat dan mengumumkan berdirinya negara Islam di Mesir di bawah kendali HT. Kudeta ini gagal dan semua pelakunya dihukum mati.
HT kemudian dilarang di Mesir.

Di Yordania, Bangladesh, Pakistan, Irak, dan Suriah mereka pun mencoba melakukan kudeta, dan gagal. Tapi tentu saja informasi kejahatan HT dan pembrangusan organisasi ini di berbagai negara tidak akan pernah disampaikan oleh para pendukung fanatik HTI. Itu akan membuat kedok dan belang mereka terbongkar.

Di Indonesia mereka melakukan cuci otak melalui ceramah dan pengajian supaya bisa mendukung gerakan mereka untuk mendirikan negara Islam. Mereka melakukan ini dengan massif, sistematis, dan terstruktur pada masjid-masjid, kampus-kampus, dan berbagai pengajian dan halaqah yang mereka masuki.

Mereka melakukan cuci otak pada umat Islam dengan menggunakan jargon2 agama yang tentu saja mereka kuasai dengan sangat baik. Itulah sebabnya* banyak sekali umat Islam yang terkecoh dan mengira bahwa mendirikan negara Islam adalah perintah Tuhan yang wajib ditaati. Mereka akhirnya terbius oleh racun dogma yang menyatakan bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah negara thagut yang harus diperangi dan harus diganti dengan sistem kekhilafahan ala HTI.

Tapi apa sih sebenarnya bahayanya gerakan HT ini?

Jelas sekali bahwa organisasi ini akan merongrong dan menggerogoti kecintaan rakyat pada bangsa dan negaranya. Umat Islam diajarkan untuk kufur terhadap nikmat kemerdekaan dan berdirinya bangsa dan negara NKRI karena bukan berbentuk khilafah.

Bahkan lebih daripada itu, warga muslim Indonesia diajak untuk melakukan makar dan berkhianat pada bangsa dan negaranya sendiri dengan menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara thagut yang tidak layak untuk diikuti dan patut ditentang. Hal ini menyebabkan warga muslim Indonesia kehilangan kepatuhan dan kesetiaannya pada pemerintah, bangsa dan negaranya.

Salah satu metode yang dilakukan oleh orang-orang HTI adalah mereka secara konsisten, sistematis, dan terstruktur mengembangkan kultur negatif pada masyarakat, khususnya umat Islam.

Orang-orang HTI memfokuskan dirinya untuk mencari-cari kesalahan pemerintah dan me nyebar2-kannya pada semua umat Islam.

Mereka fokus mengembangkan psikologi dan kultur negatif pada umat Islam agar mereka membenci pemerintah dan negaranya sendiri yang mereka cap thagut.

Dan semua itu mereka bungkus dengan manipulasi dakwah agama. Mereka secara sistematis berupaya menghilangkan kesetiaan umat Islam pada bangsa dan negara mereka.

Mereka selalu menyatakan bahwa umat Islam yang hidup di negara Indonesia yang thagut akan mati kafir. Padahal mereka sendiri hidup di Indonesia yang mereka tuding sebagai negara thagut yang artinya mereka sendiri akan mati kafir dengan sendirinya.
Tak ada sedikit pun kebaikan pemerintah di mata orang-orang HTI.

Sementara itu mereka meninggikan diri mereka dengan mengaku-ngaku menegakkan perintah agama utk mendirikan khilafah. Merekalah para pejuang agama yang kaffah sedangkan yang tidak ikut mereka adalah umat yang akan mati kafir. Semua orang dan pemerintahan adalah bathil kecuali mereka yang berada di jalan perjuangan menegakkan khilafah.

Apa yang paling buruk dari itu? Tentu saja karena mereka menggunakan kedok dakwah dan agama yang mereka selewengkan untuk menipu umat yang tidak sadar akan keburukan yang mereka sebarkan.

Mereka menggunakan kedok sebagai organisasi massa padahal apa yang mereka lakukan adalah kegiatan politik untuk mengkhianati perjuangan bangsa demi sebuah ideologi politik dari negara asing yang di negara asalnya pun mereka ditolak dan dilarang.

Khilafah adalah bagian dari produk ijtihad masa lampau dan telah habis masanya pada tahun 1924.
Sejarah kekhilafahan faktanya ternyata jauh lebih mengerikan dan biadab ketimbang yang pernah kita tahu dan mungkin tidak pernah disampaikan pada kita.
Khilafah juga bukan bagian inti dari ajaran Islam.

Ia tidak terdapat dalam rukun iman atau pun rukun Islam. Semua itu bisa kita ketahui dan pahami jika kita mau membaca buku-buku sejarah tentang kekhilafahan yang terserak.

Umat Islam harus cerdas dan paham bahwa mereka selama ini telah dijadikan sasaran dari sebuah ambisi kekuasaan politik yang datang dari Timur Tengah yang bakal menghancurkan sendi-sendi kesetiaan warga kepada negaranya.
Dan itu harus dicegah dengan sekuat tenaga kita.

Mari kita bersama melawan pengkhianatan ini.



ORGAN FUNGSIONAL HTI

Selain organ struktural seperti di atas, ada organ fungsional. Organ fungsional yang masih diaktifkan sekarang:
1. Lajnah Thalabun Nushrah. Lajnah ini bertugas menyusup ke TNI Polri untuk merekrut perwir tinggi dan menengah kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan melakukan kudeta. Lajnah ini sangat rahasia. Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota. Dipimpin oleh seorang ketua lajnah dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

2. Lajnah Fa'aliyah. Lajnah ini bertugas menyusup ke lembaga-lembaga negara, partai politik dan ormas Islam untuk merekrut ketua lembaga seperti ketua MPR, DPR, DPD, menteri-menteri, MA, MK, Kejaksaan Agung, ketua partai dan ormas kemudian dibina dalam halaqah-halaqah HTI dan ditugaskan mengkondisikan lembaga negara, partai dan ormas untuk mendukung kudeta yang dieksekusi oleh dewan jenderal yang telah dibina oleh lajnah Thalabun Nushrah. lakukan kudeta. Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota. Dipimpin oleh seorang ketua lajnah dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional. Ketua lajnah Fa'aliyah HTI sekarang adalah M. Rahmat Kurnia (dosen IPB).

3. Lajnaj siyasiyah. Lajnah ini bertugas membangun opini masyarakat masyarakat, menyerang pemerintah agar masyarakat mendukung Khilafah melalui tulisan yang disebarkan dengan nama fiktif Nasrudin Hoja, buletin Kaffah, tabloid Media Umat dan channel Youtube Khilafah Channel, dll. Lajnah ini juga yang mengatur dan mensupervisi gerakan LBH PELITA UMAT. LBH ini bentukan HTI.

4. Lajnah Khos Ulama. Lajnah ini bertugas menyusup ke pesantren-pesantren dan majlis ta'lim untuk merekrut para kiai dan ustadz yang akan dibina dalam halaqah-halaqah HTI untuk memberi dukungan bagi tegaknya Khilafah versi HTI. Lajnah ini diiisi oleh anggota senior HTI yang punya latar belakang santri antara lain Mustofa Ali Murtadha, Yasin Muthahhar, Ahmad Junaidi (Gus Juned), Nurhilal Ahmad, Abdul Karim, dll. Mereka mempublikasi kegiatan di www.shautululama.id

5. Lajnah Thullab wal Jami'ah. Lajnah ini bertugas merekrut pelajar dan mahasiswa melalui Rohis dan LDK yang berafiliasi ke HTI dan melalui komunitas milineal yang dibuat oleh aktivis HTI seperti #yukngaji yang diinisiasi oleh Felix Siauw, KARIM, dll. Untuk LDK-LDK yang berafiliasi dengan HTI dikumpulkan dalam BKLDK dan Gema Pembebasan.

6. Jurubicara yaitu M. Ismail Yusanto didampingi wakilnya Farid Wajdi.

7. Mudir Maktab yang dipegang oleh Anwari alias M. Anwar Iman alias Suwarno. Selain menjadi pusat data, informasi dan administrasi internal, mudir maktab juga menjadi penterjemah surat-surat dari Amir HT internasional. Dan mengelola majalah internal al-Wae'ie.

8. Lajnah Dosen, Peneliti dan Akademisi. Bertugas merekrut para akademisi (dosen, peneliti, tenaga administrasi kampus) untuk dibina dalam halaqah-halaqah HTI. Lajnah ini dikomandani oleh Prof. Fahmi Amhar dibantu DR. Kusman Sadik (dosen IPB), DR. Fahmi Lukman (dosen Unpad), dll.


Cek konten menarik yang saya temukan di BaBe:
 http://share.babe.news/s/FZxMRrM
Download aplikasi berita paling lengkap 👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻
http://share.babe.news/s/mZUprpQ










Wednesday, May 22, 2019

MEMBONGKAR KELICIKAN HTI YANG TERTOLAK DI SELURUH DUNIA


 MEMBONGKAR KELICIKAN HTI YANG TERTOLAK DI SELURUH DUNIA
Apa Yang Sedang Dilakukan oleh HTI?

https://arrahmahnews.com/2019/04/20/denny-siregar-hasutan-monster-hti-dibalik-keras-kepalanya-prabowo/

Prabowo menolak hasil quick-count!!.
Anda geleng-geleng kepala dan tertawa, tak percaya masih ada orang halusinasi seperti itu.
Lucu?!
( Mengapa tertawa ... meminjam istilah om Wowo )

Seharusnya Anda khawatir!
Sebab, sesuatu yang lebih besar dan sistematis tengah terjadi di bawah permukaan.
Dan, ....
Yang sedang terjadi namun tak terlihat ini, yang di-orkestrasi oleh organisasi terlarang HTI dan kelompok pendukung khilafah lainnya, sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika!

Berikut ini 14 poin garis besar strategi dan argumen HTI dkk tersebut, agar kita bisa mengantisipasi:


1. Kelompok HTI tengah melancarkan propaganda (lewat ceramah para ustad) bahwa, sejak Indonesia menggunakan sistem Demokrasi Langsung atau Pemilihan Presiden secara Langsung (tahun 2004), kelompok Islam semakin tersingkir!
Argumentasi mereka, sistem Pemilihan Langsung memungkinkan orang-orang yang memilih adalah gabungan dari “orang baik” dan “orang jahat”.
Karena “orang jahat” ikut memilih, hasilnya tak memihak Islam (maksudnya HTI).
Bagi HTI, yang boleh memilih Presiden atau Khalifah hanyalah orang-orang terpilih, yang mereka anggap sebagai “orang baik”.

2. Kelompok HTI selalu mengingatkan peristiwa tahun 1999, di saat Megawati Soekarnoputri berhasil digagalkan menjadi presiden berkat kehadiran “orang-orang baik” (versi mereka) di lembaga tertinggi negara, yakni MPR. Waktu itu, mereka bisa mencegah Megawati menjadi presiden walaupun PDIP menang pemilu. Harap diingat, yang dianggap sebagai orang jahat/setan/musuh Islam oleh HTI adalah Megawati Soekarnoputri (+ Puan Maharani) dan Surya Paloh.
Partai yang dianggap sebagai rumah setan adalah PDIP + Nasdem (sekarang + PSI), dan juga Metro TV. Kompas dan Kompas TV sudah keluar dari black list mereka.
Anggota dan simpatisan HTI haram memilih caleg PDIP, Nasdem dan PSI, serta haram menonton Metro TV.

3. Kelompok HTI menawarkan Indonesia kembali ke sistem dimana presiden dipilih oleh MPR (gubernur dan bupati/walikota dipilih DPRD).
Ini tawaran jalan tengah mereka.
Sistem MPR lebih mendekati sistem khilafah yang mereka cita-citakan.
Jangan kaget bila nanti ada gerakan kembali ke UUD 45 yang asli, tanpa amendemen.
HTI jelas sekali ingin membunuh Demokrasi!!.
HTI merasa akan lebih mudah mengendalikan MPR dan DPRD dibandingkan memenangkan Pemilihan Langsung.

4. HTI berstrategi akan menghancurkan instrumen-instrumen yang menjadi penopang sistem Demokrasi Langsung dan Pemilihan Langsung.
Instrumen-instrumen tersebut adalah KPU dan lembaga survey.
KPU dan lembaga survey harus di-delegitimasi, dihancurkan citranya.
Hancurkan dari luar maupun dari dalam.

5. Inilah strategi HTI menghancurkan lembaga survey dari dalam: kacaukan hasil survey.
Setiap survey membutuhkan responden.
Kalau anggota HTI (termasuk PKS dan FPI) terpilih sebagai responden survey, mereka akan memberi jawaban yang mengecoh.
Misalnya,
Mengaku-ngaku pilih Gerindra padahal hatinya pilih PKS.
Mengaku-ngaku pilih Jokowi padahal saat pencoblosan akan pilih Prabowo.
Mereka akan delegitimasi hasil survey (seperti sudah terjadi dalam Pilgub Jabar dan Jateng, serta di Pilpres).
Mereka berupaya membuat hasil survey-survey menjadi salah dan tidak akurat. Kalau saja 5% responden survey menjawab secara ngaco, hasil survey akan meleset.
Inilah strategi mereka!

6. Lalu,
Inilah cara HTI untuk menghancurkan KPU: Susupi dan kacaukan dari dalam.
Orang-orang HTI di dalam KPU (juga Bawaslu) melakukan rekayasa kecurangan-kecurangan untuk kemudian mereka blow-up sendiri.

7. _HTI akan terus mendorong aksi tolak hasil quick count dan hasil penghitungan KPU (kecuali kalau calon mereka menang).
Ini penting agar pengikut dan simpatisan HTI merasa sebagai kaum yang terzolimi.
Delegitimasi hasil penghitungan KPU terutama akan dilakukan di daerah-daerah dimana Prabowo menang. Masyarakat di daerah-daerah tersebut akan lebih percaya telah terjadi kecurangan karena mereka hanya melihat di sekitarnya saja, di TPS dan desa masing-masing.
Perasaan telah dicurangi dan dizolimi akan terus digelorakan.

8. Strategi berikutnya dari HTI adalah mengisolir para pendukung.
Sebelum pemilu, anggota dan simpatisan HTI diminta untuk keluar dari grup-grup WA keluarga (yang beragam) agar tak terjebak dalam perang saudara dan tetap bisa menjaga silaturahmi.
HTI bertujuan mengisolir para anggota dan simpatisannya dari pengaruh dan argumentasi pihak-pihak lawan. Anggota dan simpatisan hanya diperbolehkan mengikuti berita yang tersebar di WAG-WAG yang berafiliasi ke kelompok khilafah.
Berita politik hanya boleh ditonton di TV One.

9. Strategi HTI mengisolir pendukung dilakukan hingga tingkat keluarga, khususnya keluarga inti.
Bagi HTI, keluarga adalah pusat dari gerakan.
Karena itu, ada kebijakan anggota keluarga HTI tidak boleh menikah dengan orang-orang beda ideologi (yang percaya Pancasila atau yang NU). HTI mendorong perjodohan sesama anggota dan simpatisan,  kegiatan taaruf, poligami dan banyak anak
Pergaulan dan pacaran dilarang!

10. HTI mendorong para anggota dan simpatisan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang eksklusif.
Anggota harus mengutamakan memilih dan memberi produk, bank dsb yang diproduksi/dimiliki sesama ikhwan (umumnya elite HTI) Mereka menjadikan kegiatan belanja menjadi bagian dari jihad, agar ekonomi kelompok terjaga.

11. Strategi lain HTI adalah menyusup ke birokrasi dan pendidikan, serta kuasai BUMN-BUMN. Ini bagian dari strategi besar HTI masuk ke lembaga-lembaga negara.
Susupi birokrasi, pendidikan dan BUMN lewat mesjid-mesjidnya dan pengajian-pengajiannya.
Radikalisasikan para pegawai negeri, pegawai BUMN dan guru serta dosen.
Bahkan lebih jauh lagi,
Kelompok ini sudah menyusup masuk ke institusi Militer!!
Selain itu, anggota dan simpatisan HTI harus saling mendukung dalam karir dan pendidikan.
Berikan beasiswa ke sesama anggota dan simpatisan HTI

12. Salah satu strstegi penting HTI lainnya adalah membanjiri konten-konten internet dan media sosial dengan buatan dan narasi mereka.
Bagi HTI, yang penting adalah jumlah, bukan kualitas.
Mengapa jumlah penting!?
Di era googling dan Youtube, konten bagus bisa ditutup konten yang populer. HTI punya pasukan khusus untuk menguasai kata kunci di Google dan Youtube.
Di era internet dan media sosial, konten adalah kunci!

13. Perjuangan anggota dan simpatisan HTI tak akan berakhir di tahun 2019 ini. Gerakan dan provokasi mereka akan terus berlanjut ke depan, dari pemilu ke pemilu, dari pilkada ke pilkada, dan akan semakin besar.

14. Gerakan khilafah akan berkolaborasi dan menunggangi siapa saja, di setiap jenis pemilihan (sejak pemilihan RT dan ketua kelas), agar bisa terus menerus mengkonsolidasi pasukan loyalis. Tujuan mereka bukan semata kemenangan, tetapi konsolidasi dan delegitimasi Pemilihan Langsung dan Demokrasi Langsung.

Sahabat-sahabat, tengoklah di sekitar anda.
Apakah argumen dan strategi HTI di atas dapat tercium di sekitar Anda?!

Wednesday, May 8, 2019

PELAJARAN DARI MONYET GENIT DI LIBYA


Saudi Arabia adalah pusat dari ideologi Wahabi. AS dan sekutunya melihat Wahabi sebagai senjata penting untuk merusak negara-negara muslim yang kaya.
Sebuah potret kehancuran sebuah negara, yg perlu diwaspadai.


PELAJARAN DARI MONYET GENIT DI LIBYA

Ini kisah di kota Sabha, Libya, tahun lalu. Saya membaca beritanya dari situs www.jihadwatch.org. Ada seekor monyet, milik seorang suku Gadaddfa. Kebetulan monyet ini agak genit. Saat sejumlah siswi dari suku Awlad Sulaeman melintas, monyet genit itu menarik jilbab salah seorang siswi.

Apa yang terjadi kemudian? Suku Awlad Sulaeman tersinggung. Sebab bagi mereka menarik jilbab perempuan adalah pelecehan terhadap agama. Mereka membunuh monyet tersebut, juga membunuh pemiliknya. Tiga orang tewas, plus seekor monyet yang dianggap melecehkan agama.

Suku Gaddadfa tidak terima. Maka pecahlah bentrokan besar di Sabha, berlangsung selama empat hari. Kedua suku saling serang, saling bunuh. Ada 16 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Saat mereka membunuh, semuanya berteriak takbir. Semuanya merasa sedang berjuang untuk agamanya.

Padahal mereka berkelahi hanya karena ulah seekor monyet tengil.

Libya pasca Khadafi memang terbelah oleh suku-suku yang bertikai. ISIS bercokol di sana. Sebelumnya paham keagamaan berideologi Wahabi disuntikan ke otak masyarakat. Paham puritan ini berhasil membawa kerusakan parah masyarakat Libya.

Mau tahu kondisi Libya pada era Khadafi? Saya kutipkan informasi dari halaman mbak Dina Sulaeman.

Semua masyarakat Libya tidak perlu membayar listrik. Pendidikan dan kesehatan gratis, bahkan mereka yang berobat ke luar negeri juga dibiayai oleh pemerintah. Saat mereka meminjam uang dari bank, tidak dikenakan bunga karena semua bank milik pemerintah. Semua pangantin baru diberi tunjangan untuk membeli apartemen.

Warga Libya yang ingin memiliki mobil, pemerintah akan mensubsidi sampai 50%. Harga bensin setara Rp 1.500. Libya adalah salah satu negara yang tidak punya utang luar negeri. Dan ada 25% penduduk Libya yang bergelar sarjana.

Dari mana semua kekayaan ini? Libya berhasil mensionalisasi semua kilang minyak yang dulu dikuasai Bonansa kapitalis. Hasilnya semua cukup untuk membangun negara kecil di sahara Afrika itu.

Negara-negara penghisap ngiler dengan kemakmuran Libya. Maka dilancarkanlah perang isu, bahwa Khadafi adalah diktator. Sebelumnya, dalam masa yang panjang, telah bekerja para perusak otak masyarakat dengan menyuntikkan ideologi Wahabi bersemangat takfiri (suka mengkafirkan siapa saja yang berbeda) .

Saudi Arabia adalah pusat dari ideologi Wahabi. AS dan sekutunya melihat Wahabi sebagai senjata penting untuk merusak negara-negara muslim yang kaya. Dengan pemahaman keislaman jenis ini, seorang muslim bisa begitu rasis, keji, gemar mengkafirkan, merasa paling benar, tekstual dan memusuhi siapa saja yang berbeda dengannya.

Dana besar-besaran disiapkan untuk menyebarkan Wahabisme ke seluruh dunia. Bukan untuk dakwah agama. Tetapi untuk melancarkan perampokan terhadap masyarakat sebuah negara. Dengan ideologi perusak ini, Libya dibuat hancur berkeping-keping. Masyarakat sibuk berkelahi untuk meributkan siapa yang berhak atas surga, sementara mereka tidak sadar bumi tempatnya hidup telah berubah menjadi neraka. Perampokan sumber daya jadi lebih mudah.

Kini lihatlah Libya, negara yang tadinya makmur tinggal puing kehancuran. Rakyatnya sibuk bermusuhan sementara kekayaan tanahnya dirampok untuk dibawa ke luar negeri.

Pada jaman ini, sepertinya, negara dengan masyoritas penduduk muslim, bisa jadi merupakan wilayah yang paling sial. Jika negara mereka kaya sumber daya, para perampok dunia akan menjadikannya target. Caranya, susupi ideologi Wahabi yang pasti akan memecah belah sebuah bangsa dengan semangat kekerasan. Setelah semua bertikai, rampok hartanya.

Cara yang sama dilakukan pada Suriah. Ideologi Wahabi disusupkan ke dalam otak sebagian warga. Tapi rupanya gak mempan. Langkah berikutnya dieksporlah orang dari seluruh dunia untuk mengacau di Suriah. AS bahkan memposisikan dirinya sebagai pembantu ISIS nomor satu, meski di forum-forum internasional berteriak ISIS adalah teroris.

Kepada dunia luar disebarkan isu konflik Sunny-Syiah di Suriah. Padahal yang terjadi adalah usaha perampokan pada semua sumberdaya Suriah, agar bisa dikuasai AS dan sekutunya. Sementara Saudi sendiri berkepentingan untuk menjegal kekuatan Iran, sebab Suriah selama ini dekat denganh Iran dan Rusia.

Di lain pihak Israel bersorak karena Suriah adalah negara yang aktif membantu perjuangan rakyat Palestina. Bertemulah tiga kepentingan besar dalam proses penghancuran Suriah : AS, Saudi dan Israel. Ada juga kepentingan Turki dan Qatar.

Bagaimana dengan ISIS? Itu hanya boneka yang disokong untuk merusak Suriah. Orang-orang bodoh dijadikan senjata hidup untuk merampok negeri orang atas nama jihad. Siapakah orang-orang bodoh jenis ini? Adalah mereka yang otaknya telah diracuni pemahaman Islam ala Wahabi.

Bagaimana dengan Indonesia, negeri dengan kekayaan alam luar biasa ini?

Rasa-rasanya proyek perampokan sudah disusun sejak lama. Lihatlah sekarang, bagaimana pemahaman agama Wahabi Takfiri merajalela di masyarakat. Semangat keagamaan saling mengkafirkan dan penuh kekerasan, belakangan sedang mendarah daging.

INTOLERANSI sedang DIPERKENALKAN kemana-mana. Sikap intoleransi pada akhirnya akan MELAHIRKAN RADIKALISME lalu akan permisif pada aksi-aksi TERORISME atas nama agama. Dalam sebuah survei, 10% anak-anak sekolah kita bahkan sudah memiliki sikap radikal. Paham keagamaan ini sudah masuk ke berbagai segmen populasi kita. Tinggal TUNGGU PEMANTIKANYA saja, lalu kekayaan alam kita akan habis-habisan DIRAMPOK.

Saatnya kita sadar, bahwa VIRUS KERUSAKAN sedang DISUNTIKAN secara MASIF. Jangan sampai Indonesia menyesal seperti rakyat Libya.

Jika masyarakat Libya bisa bertikai gara-gara ulah seekor monyet genit. Masa kita juga harus ribut gara-gara monyet genit juga? Padahal monyet genitnya sudah gak ada di Indonesia sekarang.

http://www.ekokuntadhi.com/2017/05/pelajaran-dari-monyet-genit-di-libya.html

Thursday, January 3, 2019

HATI-HATI upaya cuci otak semakin gencar.



Seorang perempuan berjilbab duduk di sebelah saya di pesawat dan selama percakapan perempuan itu memanggil saya "kiai", mungkin karena saya bersarung dan berkopiah.

Setelah basa-basi tanya asal dan tujuan, perempuan itu mencoba men-"cuci otak" saya, yang tentu tak saya diamkan.

Walhasil, perjalanan satu jam menjadi "panas". Berikut rangkumannya:

Perempuan (P): Pemerintah sekarang anti Islam. Ulama' dikriminalisasi.

Saya (S): Tidak benar pemerintah anti Islam; apa umat Islam dilarang beribadah dan menjalankan syariat Islam?

Soal kriminalisasi ulama', pemerintahan yl juga memenjarakan ulama', kok gak ada yang menudingnya sebagai kriminalisasi ulama'?
Karena memang semata soal penegakan hukum.

P: Pemerintah ajak kiai jalan2 ke China untuk melemahkan iman para kiai.

S: Kalau saya diajak jalan2 untuk melemahkan iman, saya ambil jalan2nya tapi saya tolak pelemahannya.

P: LGBT akan disahkan oleh pemerintah dengan dukungan dari negara2 barat.
Sudah digelontorkan dana trilyunan untuk mensahkan UU yang membolehkan LGBT.

S: Sudah ada bantahan dari DPR bahwa tidak ada pembahasan RUU LGBT, pun tak ada RUU LGBT di prolegnas (program legislasi nasional). Negara mana yang menggelontorkan trilyunan untuk itu?

P: Reklamasi di Jakarta itu untuk menampung orang2 yang didatangkan dari China, tidak tanggung2 200 juta orang. Ini untuk mengkomuniskan Indonesia.
Ini sudah berjalan sejak 1997.

S: Kalau sudah berlangsung sejak 20 tahun yl kenapa baru diributkan sekarang?

Dari 1997 sampai sekarang presiden sudah ganti-berganti.

Soal angka 200 juta orang coba kita itung; kalau setiap hari 10 ribu orang dimasukkan ke Indonesia maka akan butuh waktu 20.000 hari atau sekitar 55 tahun.

Penerbangan yang diperlukan 20 penerbangan Boeing 747 yang berkapasitas 500 orang.

Ketika pesawat mendarat perempuan itu berkata;
"Cinta membabibuta Pak Kiai terhadap pemerintahan sekarang membuat Pak Kiai tak membuka mata terhadap kebobrokan pemerintahan sekarang!"

"Benci membabi buta Ibu terhadap pemerintahan sekarang membuat Ibu tak membuka mata terhadap kebaikan pemerintahan sekarang!", kata saya tegas mengakhiri pembicaraan!

Kiriman Drs. K.H. Zainal Arifin Junaidi, MBA
Ketua PP LP Ma'arif NU

Sunday, December 30, 2018

40 TERDUGA TERORIS DITEMBAK MATI POLISI MESIR TERKAIT LEDAKAN BOM DI GIZA


Polisi Mesir menembak mati sebanyak 40 orang teroris yang diduga terlibat dalam aksi teror bom yang meledak di pinggir jalan yang mengenai bus yang membawa wisatawan menuju piramid Giza di Mesir pada Jumat (28/12) lalu. Dilansir AFP, 30 orang tewas di Giza, sementara 10 lainnya tewas di Sinai Utara dalam penyerangan yang terjadi pada Sabtu (29/12) pagi waktu setempat.
“Serangan itu terjadi Sabtu pagi, beberapa jam setelah peristiwa pemboman pinggir jalan yang terjadi Jumat malam,” kata salah seorang pihak keamanan Mesir kepada AFP.
Ia menambahkan, para terduga teroris itu diduga telah mempersiapkan serentetan serangan yang menargetkan lembaga intitusi negara terutama yang berhubungan dengan ekomoni, pariwisata, militer dan tempat ibadah umat Kristen.
Sementara berdasarkan keterangan dari Turis Saigon, perusahaan travel yang membawa rombongan turis itu mengatakan, penyerangan terjadi ketika para turis dalam perjalanan menuju sebuah restoran untuk makan malam.

Teroris serang turis di dalam bus di provinsi Giza di selatan ibukota Mesir, Kairo, Jumat (28/12).
Akibat ledakan bom itu, dua orang turis asal Vietman tewas dan 10 lainnya mengalami luka. Salah satu korban tewas bernama Nguyen Thuy Quynh.
Menurut pengakuan dari Nguyen Nguyen Vu (56) yang merupakan saudara perempuan Quynh, ia ikut pergi berwisata ke Mesir bersama dengan Quynh dan Le Duc Minh yang merupakan suami dari Quynh.
“Kami semua sangat terkejut, adikku dan suaminya sering bepergian dan mereka cukup berpengalaman dalam bepergian ke luar negeri,” kata Vu.
Ia juga berharap agar dirinya bisa segera membawa pulang jenazah adiknya kembali ke Vietnam. Sementara untuk suami Quynh saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat karena mengalami luka dalam insiden itu.

Teroris serang turis di dalam bus di provinsi Giza di selatan ibukota Mesir, Kairo, Jumat (28/12).
Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Mesir, dari penyerangan itu polisi menemukan berbagai macam senjata hingga bahan pembuat bom.
“Polisi menemukan sejumlah besar senjata dan amunisi serta bahan pembuatan bom,” kata keterangan Kementerian Luar Negeri Mesir dikutip dari AFP, Minggu (30/12).
Ditambahkan dalam keterangan itu, penyerangan ini berkaitan dengan ledakan bom dipinggir jalan Giza yang mengenai bus pembawa rombongan wisatawan pada Jumat (29/12) malam. Polisi bertindak cepat setelah mendapatkan informasi para terduga teroris itu sedang mempersiapkan serangkaian serangan lanjutan terhadap negara, lemba-lembaga pariwisata dan gereja.
“Informasi diterima oleh keamanan nasional bahwa sekelompok teroris berencana untuk melakukan serangkaian serangan agresif yang menargetkan lembaga-lembaga negara, terutama yang ekonomi, serta pariwisata, angkatan bersenjata, polisi dan tempat-tempat ibadah Kristen,” kata pernyataan itu.

Teroris serang turis di dalam bus di provinsi Giza di selatan ibukota Mesir, Kairo, Jumat (28/12).
Mengenai kronologi singkat penyerangan itu, dijelaskan serangan pertama terjadi di daerah Giza dengan menewaskan sebanyak 30 orang. Kemudian 10 teroris lainnya tewas dalam penyerangan di Sinai Utara.
“Di Giza sendiri dua penggerebekan dilakukan, pertama membunuh sebanyak 14 tersangka kemudian serangan kedua membunuh 16 lainnya. Sedangkan 10 sisanya tewas dalam penyerangan di ibukota Sinai Utara, El-Arish,” jelasya.
Industri pariwisata Mesri saat ini tengah berjuang untuk pulih dari serangkaian aksi teror yang terjadi dan ketidak stabilan negara yang selama ini terjadi. Para jihadis ISIS mengkalim bertanggung jawab dengan beberapa serangan yang terjadi sebelumnya di Mesir.
Militer Mesir juga telah melancarkan operasi besar dengan diberi nama ‘Operasi Sinai 2018’ sejak bulan Februari lalu di Semenanjung Sinai. Sejak awal operasi itu, juru bicara militer Mesir Tamer al-Rifai sebanyak 450 jihadis dilaporkan tewas.

https://www.berita168.com/40-terduga-teroris-ditembak-mati-polisi-mesir-terkait-ledakan-bom-di-giza/?fbclid=IwAR2gJWQAqqc0t2NE5vvGdaIRYwSTp9SWx2FK-c4j-4jujeVw-EVs2Pd1Nb0