Paham radikalisme itu bercirikan ajaran atau himbauan yang mendorong pihak /orang tertentu untuk memusuhi pihak lain atau orang lain.
Mereka mengkondisikan agar kita saling bermusuhan.
Bermusuhan antar kerabat, sahabat bahkan dalam keluarga kita sendiri.
Paham radikalisme juga mengkondisikan agar kita tidak mudah memafkan bahkan dihasutnya kita untuk saling membenci untuk meraih anggota baru dalam kelompoknya.
Paham radikalisme juga membenarkan kita untuk saling menghina, mencaci maki dan otak kita mereka cuci agar kita senantiasa dalam kegelusahan dan mencekam.
Mereka itu tidak cinta perdamaian hingga misi mereka tercapai alias berkuasa.
Itulah yang dilakukan oleh paham radikal.
Kalaupun bila mereka berhasil atau gagal kita sdh keburu hancur berantakan dan porak poranda.
Seperti yg dialami oleh saudara kita di belahan negara lain.
Orang-orang paham radikal semacam ini adalah orang-orang yang latah.
Pemimpin ormas atau paham radikal ini menimba hasil berupa materi (dana dari para donor) dan non materi berupa kesenangan diatas penderitaan orang lain.
Orang seperti itu sebenarnya orang atau pemimpin yang haus kekuasaan dan ada penyakit di dalam jiwanya.
Jadi mereka itu sebenarnya bukan orang beriman atau orang yang beragama sebagaimana yg dicontohkan oleh para utusan Tuhan (Allah SWT).
Pemimpin paham radikal ini sebenarnya adalah perusak tatanan manusia, agama dan bumi kita.
Mereka yang gemar memaksakan kehendak dengan kekerasan kebencian di dalam Islam tidak dibenarkan termasuk pada agama lainnya.
Mereka pemimpin paham radikal ini pesakit jiwa yang senang hidupnya diatas penderitaan orang lain.
Sekali lagi kami garis bawahi, bahwa pemimpin paham radikal ini senantiasa mengajak kita saling bermusuhan diantara sesama saudara, keluarga, kerabat dan sesama anak bangsa.
Mari kit hentikan penyusupan dan hipnotisme paham radikal semacam itu.
Teruslah bersatu dan halau mereka (PKI dan HTI) atau apapun namanya yang berpaham radikal dari hadapan kita...
Salam Pancasila & NKRI
https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/07/mari-kenali-paham-radikal.html
No comments:
Post a Comment