Latest News

Thursday, November 12, 2020

Jaringan terorisme berlatar belakang FPI (Front Pembela Islam) sebagai berikut

Jaringan terorisme berlatar belakang FPI (Front Pembela Islam) sebagai berikut : 

1. CHANDRA JAYA alias ABU YASIN Ketua FPI Belopa 2008, Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso

2. MARYANTO alias THEMENG anggota FPI bantul ditangkap 11 juli 2018 kasus pembuatan bom, pekerjaan penjual bakso tusuk

3. ARIF HIDAYATULLAH alias ABU MUSAB FPI Solo 2009, ditangkap 23 Desember 2015 kasus Perencanaan amaliyah, Pok Bekasi

4. HASAN alias BANG TOYIB FPI Solo 2009, ditangkap 19 Juli 2016 terlibat menyembunyikan DPO pelaku teroris, Pok Solo

5. FAJAR NOVIYANTO Als MUHAMMAD Als MUH  FPI Solo 2007, ditangkap 22 September 2010 kasus pembuatan bom, Pok BADRI

6. AZWANI ZAINUDIN FPI Aceh 2008, ditangkap 20 Maret 2010 kasus masalah senjata, Pok Aceh

7. ZAINAL ANSHORI, S.Ag. alias ABU FAHRY alias QOMARUDDIN FPI Lamongan 2008, ditangkap 7 April 2017 Amir JAD, Pok JAD Jatim

8. AHMAD YOSEFA Als HAYAT, ditangkap 2011 Pelaku Bom Gereja Pekuton September 2011

9. MUHAMMAD SYARIF FPI Cirebon, ditangkap 2011 Pelaku bom Polresta Cirebon April 2011

10. ACHMAD BASUKI FPI Cirebon, ditangkap 2011, Pelaku bom polresta Cirebon April 2011

11. MOCH RAMUJI alias MUJI alias AHMAD alias KAPTEN alias BOTAK ditangkap 13 Mei 2014

12. ZAINAL HASAN alia HASAN alias ABU SAID FPI Lamongan, Ditangkap 7 April 2017 kasus pengambilan senjata Filipina, Pok Lamongan Jatim

13. AGAM FITRIADY Alias SYAMIL Alias AFIT Bin DARWIN MIZANA FPI Aceh, Ditangkap 17 Maret 2010,  kasus pelatihan militer di Aceh, Pok Aceh 2010

14. ALI AZHARI Alias JAKFAR Alias TOPAN Bin DARYONO (Alm) ditangkap 1 April 2010

15. AGUS ABDILLAH alias JODI ditangkap 17 September 2012

16. SYAIFUL BAHRI SIREGAR alias IPUL alias IMAM ditangkap 9 Maret 2010

17. MUHAMMAD SOFYAN TSAURI @ MARWAN @ ABU AYAS  FPI Aceh 2009, Ditangkap 22 Februari 2010 kasus Jantho Aceh, Pok JI

18. MUCHSIN KAMAL FPI Aceh, Ditangkap 19 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh 2010

19. MUNIR BIN ISMAIL @ ABU RIMBA @ ABU UTEUN Ditangkap 17 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh, Pok Aceh 2010

20. TAUFIK bin MARZUKI alias ABU SAYAF  alias ALEX NURDIN SULAIMAN bin TARMIZI ditangkap 29 September 2010

21. MUKTAR Als Tgk MUKTAR Bin Alm IBRAHIM  FPI Aceh, Ditangkap 16 Maret 2010,  kasus pelatihan militer Aceh 2010

22. EKO IBRAHIM bin IMAN SURYADI alias BAIM ditangkap 7 Mei 2011, 2009 anggota pelatihan militer FPI Aceh

23. SUDIRMAN als YASIR, FPI Pemalang 2004, ditangkap 16 Juni 2011 kasus perakitan bom Pemalang, Pok DULMATIN

24. ASMUNI Als MUNIR, Kajian FPI Aceh, ditangkap 4 Juli 2011 kasus pelatihan militer aceh 2010

25. MUHAMMAD SHIBGHOTULLAH Bin SARBANI alias MIHDAD alias ASIM alias MUSH’AB alias KHOLID alias HANI alias FAISAL SEPTYA WARDANA ditangkap 11 Juni 2011, Pok pelatihan militer Aceh

26. QORIBUL MUJIB als PAK MUJIB Alias PAKLEK Alias MUJIONO Alias ABDUL SIKA als SI DUL Alias MUJI ditangkap 12 Juli 2012

27. ANGGRI PAMUNGKAS alias ARI BIN SIHONO ditangkap 22 September 2012, FPI Solo, Ditangkap kasus pembuatan bom 2010, Pok BADRI.

28. SEFARIANO als MAMBO als ARYO als ASEP als DIMASRIANO ditangkap 2 Mei 2013, Perencanaan bom kedubes Myanmar

29. NUR PRAKOSO alias HAMZAH, FPI Solo, ditangkap 29 Desember 2015 kasus amaliyah Polresta Surakarta Solo 2015, Pok Solo

30. IRSYAD als ABU RAIHAN als PAK NUK, FPI Kendal 2012-2015, ditangkap 10 April 2017 kasus fasilitasi ikhwan yang ingin bergabung ke MIT Poso, Pok Kendal

31. DODI KUNCORO als DODI BIN TUKIYANTO, FPI Solo, Ditangkap 23 Desember 2014 kasus pembuatan bom, Pok BADRI

32. ANDRI MARLAN SAPUTRA, FPI Aceh, ditangkap kasus pelatihan militer Aceh 2010, Pok Aceh

33. Imam Bukhori, FPI pekalongan, ditangkap Densus th 2005. Kasus menyembunyikan Noordin M Top

34. Fathurohman @ Pak Fath.  Sekjen FPI Pekalongan , ditangkap Densus th 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top

35. Kamal. anggota FPI Pekalongan ditangkap Densus th 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top

36. Abdul aziz. FPI pekalongan  ditangkap densus th 2005 menyembunyikan Noordin M top

37. SUPARMAN als MAHER, FPI Cirebon, Ditangkap 3 Agustus 2017 kasus bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, Pok Cirebon.

Sunday, October 4, 2020

Mahfud Md Sebut Ada 3 Kelompok Radikal Coba Ganti Ideologi Negara: HTI, Majelis Mujahidin Indonesia, dan KPPSI

Bizlaw
Ada tiga kelompok beraliran radikal yang coba mengganti ideologi negara. Aliran radikal adalah kegiatan yang memiliki paham ekstrem berdasarkan agama atau non agama yang ingin berganti paham di luar prosedur yang disepakati.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md menyampaikan hal ini saat mengunjungi Pondok Pesantren Annuqayah di hadapan ulama dan masyarakat Madura pada Minggu (4/10/2020).

Kelompok pertama, yakni kelompok yang ingin mengganti Indonesia atau negara Pancasila menjadi negara yang bukan Pancasila. Kelompok ini adalah Hizbut Tahrir Indonesia yang dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017.

Kedua adalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Kelompok ini disebut tidak ingin mengganti negara Pancasila. Akan tetapi, mereka menghendaki semua hukum yang berlaku harus hukum Islam.

Pada 2017, Pemerintah AS menyatakan kelompok bentukan Abu Bakar Ba`asyir ini dimasukan ke dalam daftar kelompok teroris global. Namun sejumlah kalangan mempertanyakan kriteria yang digunakan AS pada penetapan tersebut.

Ketiga adalah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) di Sulawesi Selatan. Kelompok ini dinyalir ingin menegakkan syariat Islam di berbagai daerah.

“Itu adalah disertasinya Haedar Nashir, yang Ketua Umum PP Muhammadiyah. Ada 3 gerakan, Siapa yang mau membantah itu,” katanya saat siaran langsung di akun Youtube Kemenko Polhukam, Minggu (4/9/2020).

Sementara itu, Islam yang dianut masyarakat Indonesia pada umumnya tetap menjaga akidah, mengikuti ahlul sunnah wal jamaah. Paham ini telah dicontohkan Nabi Muhammad Saw ketika mendirikan Madinah.

Dia menyebutkan saat membangun Madina, Nabi membuat Piagam Madinan. Isinya merangkul semua orang baik Islam maupun bukan Islam. Seluruh suku agama mendapat perlindungan harta, jiwa dan agama

Wednesday, September 2, 2020

Sekenario Bermasalah...


*SKENARIO Bermasalah "*              
 _*SKENARIO KUDETA PEMERINTAH SUDAH DIRENCANAKAN LAMA HINGGA DEKLARASI KAMI DAN PENYERANGAN MARKAS POLISI DI CIRACAS*_

Bermodal dengan success story di Pilkada DKI tahun 2017  barisan oportunis (Saya lebih Suka menyebut oportunis karena mereka tidak pantas disebut oposisi dan tidak punya platform yang jelas karena tujuannya hanya untuk menjatuhkan pemerintahan🙏).

Saya Sudah Pernah mengungkapkan bahwa target peristiwa 212 adalah bukan hanya menjatuhkan BTP atau Ahok tapi yang utama adalah menjatuhkan Jokowi sebagai Presiden karena ada Gatot Nurmantyo sebagai panglima ABRI yang dikenal sangat dekat dengan Cendana dan para Pengusaha besar mantan kolega Orde Baru , apalagi saat itu ada figur yang dianggap mumpuni yang dekat dengan rakyat dan tentara yaitu Prabowo Soebianto tapi kecerdasan Jokowi pada saat itu membuat Gatot sebagai Panglima TNI tak berkutik  skenario makar bisa terbongkar dengan ditangkapnya 3 jendral purnawirawan , Mayjen Kivlan Zein,Mayjen Soenarko dan Irjen pol Sofyan Jacob bahkan pada saat Pemilu 2019 Gatot Sudah dibebas tugaskan skenario pun gagal.🤣🤭

Pasca Pemilu Jokowi bisa merangkul PS menjadi bagian kabinetnya tentunya ini berkaitan dengan Pemilu 2024.
Hmm langkah brilian dalam memperkuat  pemerintahan. Karena mau tak mau PS akan all out menunjukkan kepada rakyat bahwa dia bukan pengkhianat dan layak menjadi memimpin Indonesia kedepan atau setidaknya menentukan Pemimpin Indonesia kedepan.

Mereka Tetap mempertahankan skenario sentimen Agama, Ada satu peristiwa yang agak konyol ketika Habib Bahar Smith dibebaskan dan baru 1 hari dibebaskan kembali menyerukan kebencian kepada pemerintah dan menjaga emosi umatnya seolah-olah dia pemberani dan tak takut dipenjara sambil berusaha merubah imej atau pendapat orang bahwa dia ditahan bukan karena kriminal biasa tapi seolah-olah melawan pemerintah dan membela Islam. 🙈😜🤣

Haikal Hasan gencar mengkultuskan HRS sebagai satu-satunya figur yang pantas untuk Indonesia karena FPI sudah menjadi organisasi yang ditunda ijinnya 🤣 maka diharapkan figur HRS menjadi seperti Ayatollah Khomaeni di Iran karena sebenarnya ini bukan masalah Agama tapi agama yang digunakan sebagai alat jadi mereka tak perduli Salah atau benar yang penting ada dukungan masa, narasi ini didukung dengan pemasangan baliho baliho dan dukungan dimedsos dari para tokoh oportunis dan sekali lagi tak penting ajarannya yang Penting rusuh 🤣🤭😜 inipun  gagal karena kaum yang rasional dan NU sudah banyak aktif dimedsos bahkan Banser sudah mulai melakukan operasi menentang kaum intoleran.

Kemudian upaya brainwash dengan sosialisasi film Jejak Khilafah Di Nusantara di medsos adalah strategi budaya kelompok mereka untuk membangkitkan sentimen muslim padahal ceritanya sudah disesuaikan dengan skenario    mereka (sama dengan film G30 S PKI yang selama 17 Tahun jadi film wajib ditonton yang memframing Soeharto sebagai satu-satunya Pahlawan , PKI Sebagai pengkhianat dan Soekarno lemah tak layak menjadi pemimpin😢). Pemutaran di rumah2 sudah disiapkan agar berkembang gerakan akar rumput. Ini adalah respon mereka karena jaringan kelompok ekstrem di birokrasi dan BUMN semakin tertekan. Tanpa disangka film JKDN tenggelam oleh fenomena film pendek "Tilik" diikuti film-film pendek lainnya.

Deklarasi KAMI adalah rangkaian berikut utk membangun momentum politik. Momen ini gagal tercipta karena klarifikasi Dubes Palestina yang mengakibatkan  rusak kredibilitas acara, serta ketiadaan tanggapan signifikan dari publik dan elit politik pada saat bersamaan Presiden memberikan bintang jasa mahaputra bagi sejumlah tokoh oposisi, seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Hidayat Nurwahid yang tentunya menghambat proses dukungan politik bagi Deklarasi KAMI tersebut (Jokowi dilawan 😂).
Karena tak adanya dukungan secara politik dari partai oposisi mempengaruhi  gagalnya  deklarasi lanjutan di daerah-daerah , investor baik dari dalam atau luar negri menganggap Gerakan ini ilegal.

Saya tak perlu membahas kasus yang lain termasuk sempat kaburnya Djoko Tjandra dibantu aparat Kepolisian Dan penegak hukum itu semua sudah menjadi bagian skenario yang matang untuk membuat imej pemerintah tak mampu dalam penegakan hukum beruntung Presiden mempunyai seorang Kapolri yang loyal.

Yang terakhir adalah Penyerangan kantor polisi Ciracas oleh sejumlah oknum TNI tentunya ini adalah  pengorganisasian dengan harapan aksi balasan dari Brimob kelapa dua.
Skenario dilakukan oleh sel-sel tidur di aparat (jika tidak Ingin dianggap loyalis Orba 😂🙈).

*Sikap tegas KASAD, koordinasi internal yg sigap dan mutasi yg dilaksanakan oleh polri dan TNI sebabkan skenario gagal. (Salut untuk Pak Andika dan Pak Idham Azis👍)*

Dalam kondisi Covid19 dimana seluruh dunia mengalami krisis, persepsi kegagalan ekonomi pemerintah terus diupayakan, Pemda yg jadi basis kelompok ekstrem mensabotase program-program nasional.
Siap-siap menghadapi KPK, TNI dan Polri setelah masa kebebasan menghujat dan usaha menggulingkan pemerintah.🙄😜 
Akhir kata Selamat tinggal Kadrun berkhayallah sampai Gila.🙈😂😂😂
Tito Gatsu

Thursday, August 27, 2020

BELAJAR DARI MESIR - Cara menghadapi politik identitas

Erizeli Jely Bandaro:  Saya hanya berpikir, kapan Indonesia menerapkan metode Mesir dalam menghadapi radikalisme...?

BELAJAR DARI MESIR
(Cara menghadapi politik identitas)

Berkat proses bertahun tahun politik identitas, tahun 2012 kelompok Islam berhasil menjatuhkan Husni Mubarak lewat Pemilu.

Kekalahan Mubarak dan naiknya Mursi adalah kemenangan Ikhwanul Muslimin (IM) bersama ormas islam lainnya yang telah melakukan perjuangan panjang berpuluh tahun untuk tegaknya syariah Islam.

Namun kemenangan itu tidak berumur panjang. Karena ormas yang tadinya mendukung IM mulai beraksi berlain jalan. Saling rebut kekuasaan diatara kelompok IM dan HT terjadi.

Di tambah lagi Rakyat Mesir mulai muak dengan para orang yang mengaku pemegang kunci kebenaran dan sorga itu.

Apa pasal?

Di tangan mereka bukannya Mesir bertambah baik secara politik tapi malah mundur kebelakang. Lembaga kehakiman dikontrol Presiden lewat referendum.

Hasilnya?
Ekonomi semakin memburuk, korupsi marak, kolusi menjadi pemandangan umum di bawah Mursi.
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/08/belajar-dari-mesir-cara-menghadapi.html]
**
Kondisi ini memancing amarah Rakyat Mesir. Aksi menentang Mursi terjadi massive disetiap kota. Militer Mesir dapat bersikap bijak. Mereka sadar gerakan itu murni karena soal keadilan.

Dengan dukungan militer , pada 3 Juli 2013 rakyat mendepak Mursi dari kursi presiden. Mursi dijebloskan ke penjara, dan harus siap dihukum mati.
Praktis Mursi hanya berkuasa selama satu tahun tiga hari.

Setelah itu, Mesir bertransformasi menjadi negara demokratis dan mengharamkan segala kampanye khilafah dan gerakan islam radikal.
Karena mereka sudah membuktikan para mereka yang hafid al quran itu ternyata penipu ulung atas nama agama.

Ditengah upaya membangun menyejahterakan rakyat, sekelompok orang yang masih bermimpi membangun kekuasaan atas dasar syariah islam terus melakukan konsolidasi secara diam-diam untuk menyerang disaat ada kesempatan.

Maka terjadilah serangan bom bunuh diri dan penembakan di masjid Al-Rawda, Sinai, Mesir, yang menewaskan 235 orang dan 109 luka berat.
Para pejabat Mesir menyatakan, tragedi di masjid “kaum sufi” itu merupakan serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern Mesir.

Bagaimana sikap pemerintah Mesir?

Tidak ada dialog lagi antara ulama dan tokoh agama.
Tidak ada persuasi makan siang antar tokoh agama.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menanggapi tragedi serangan bom di masjid itu dengan memerintahkan militer mekakukan serangan besar besaran.

Dengan dukungan drone AS dan Eropa, upaya pengejaran target dapat dengan mudah dilakukan dan tepat mengenai semua sasaran. Semua wilayah teroris berhasil diluluh lantakan termasuk ratusan para jihadis mati.
Operasi inteligent memburu para pihak yang dicurigai mendukung teroris dilakukan dengan aksi pengkapan secara massive.

Dua bulan lalu massa IM kembali turun kejalan. Namun berhasil ditumpas pemerintah dan menangkap 2800 kader IM dan para aktifis.

**
Apa yang terjadi dengan Mesir bisa saja terjadi di Indonesia.

Perjuangan mendirikan khilafah dan syariat islam itu bukan gerakan moral dan spritual. Itu murni gerakan politik.
Tidak ada agama yang diperjuangkan disini kecuali kekuasaan.

Kalau mereka pejuang agama atas nama Allah dan Rasul, tidak mungkin mereka membunuh orang yang sedang sholat di mesjid. Tidak mungkin melukai aparat polisi yang sedang sholat di masjid.

Kebencian mereka kepada umat islam yang tidak mendukung gerakan mereka lebih besar dibandingkan dengan orang non islam.

Jadi siapapun anda yang masih percaya gerakan politik identitas Islam,  membela syariah islam maka anda sedang digiring jadi zombie ganas.

Waspadalah, jangan sampai negeri ini jadi korban keganasan para jihadis yang menghalalkan darah siapa pun demi kekuasaan.

Belajarlah dari Mesir, yang kini jadi negara modern. Berkat Cina, Mesir membangun ibukota baru yang modern.

Mantan Asisten Direktur Dana Moneter Internasional Mesir, Fakhri Al-Faqi, mengatakan bahwa data semester pertama 2019,  Mesir berhasil berada di posisi ke tiga setelah Cina dan India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi  terbesar di dunia,  dan..

Indonesia tertinggal karena terus kompromi dengan radikalisme.
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/08/belajar-dari-mesir-cara-menghadapi.html]

Monday, August 17, 2020

Geram Anaknya Diracuni Khilafah

*VIRAL! GERAM ANAKNYA DIRACUNI 'KHILAFAH', PRIA INI LABRAK KELOMPOK PENGAJIAN HTI*

Pemilik akun @Bengkeltanah1 membongkar kesesatan HTI yang telah meracuni anaknya ketika kuliah di salah satu PTN.

Akun @Bengkeltanah1 bercerita bagaimana perubahan putrinya sejak bergabung dengan HTI, dia sudah berani mengkritisi cara beribadah kedua orang tuanya bahkan menyinggung tentang khilafah.

Berikut kultwit akun @Bengkeltanah1 yang membongkar kesesatan HTI:

‘HTI MERACUNI PTN’

*1. Sbg org tua saya sangat bangga ketika anak saya perempuan diterima di sebuah PTN ternama di Surabaya pada tahun 2015. Krn dia perempuan mk setiap brgkt kuliah saya antar jemput sendiri setiap hari. Pada masa awal kuliah semua berjalan baik2 saja.*

2. Memasuki bulan ke 3 masa kuliah anak saya mohon ijin u/ ikut kelompok pengajian di Kampus katanya. Saya berpikiran positif saja, mk saya ijinkan tp dng syarat ketua kelompok pengajian hrs ktm saya di rumah. Selang bbrp hari datanglah seorang perempuan berjilbab ke rumah

3. Kedatangannya u/ minta ijin mau mengajak anak saya u/ aktuf di kelompok pengajian yg dia adakan. Akhirnya saya ijinkan anak saya u/ ikut kelompok pengajian tersebut. Dalam seminggu kelompok pengajian berkumpul 1 – 2 kali di Masjid Kampus anak saya, stlh 1 minggu aktif

*4. Di kelompok pengajian tersebut mulai ada yg aneh dlm pribadi anak saya, dia sangat tekun Sholat 5 waktu dan sering berjilbab meski didlm rumah, prilakunya jg sdh mulai berubah dan sering mengkritisi ibadah orang tua dan saudaranya, tp tetap saya biarkan dan ikuti terus apa mau*

*5. Kemudian tempat kelompok pengajian mulai berpindah dr satu tempat ke tempat lain, dng jumlah peserta 5 – 10 mahasiswi, tetap saya ikuti dng sabar. Masuk minggu ke 2 kepribadian anak saya mulai berubah krn lbh fokus ke pengajian drpd kuliah, saya msh sabar dan ikuti*

6. Minggu ke 3 kelompok pengajian yg diikuti anak saya mulai diisi dng ceramah agama, dan ada penceramahnya. Sekilas saya melihat Si penceramah bukanlah mahasiswi semester 1, krn penampilannya agak beda dng yg lain. Krn saya menunggu diluar samar2 terdengar materi ceramah

7. Tidak hanya masalah agama saja tp sdh membicarakan ttg kemayarakatan dan pemerintahan. Disini saya mulai tdk nyaman, tp saya mencoba bijak dan terdiam. Dlm hati saya mengatakan kelompok pengajian ini tdk baik. Sbg ortu saya tetap berkewajiban membimbing anak saya

*8. Setelah sampai di rumah mulai saya bicara dr hati ke hati dng anak saya ttg pengajian yg dia ikuti. Semua hal yg baik sesuai agama saya terima dng bijak, saya kaget ketika anak saya mulai bicara Khilafah, sbg ortu saya hrs tetap sabar. Pembicaraan akhirnya saya alihkan*

9. Ke arah pendidikan, saya katakan dng lembut kpd anak saya ” kamu pilih belajar ilmu umum sesuai keinginan dan cita2 mu ato kamu mau belajar ilmu agama ” sambil tetap tenang saya sampaikan bahwa ortu banting tulang buat biaya kamu kuliah agar kamu sukses. Lama anak saya terdiam

*10. Akhirnya sambil menangis dia menyatakan saya tetap ingin belajar ilmu umum sampe lulus nanti. Dari sini saya baru punya keberanian masuk lbh dlm bertanya kpd anak saya ttg kelompok pengajian tsb. Ternyata kelompok pengajian tersebut dimentori oleh orang HTI. Dan selalu bergerak*

11. Dari satu kampus ke kampus lainnya, melalui kelompok2 kecil 5 – 10 org. Mereka yg sdh fasih pemahamannya akan bertemu kelompok lain yg levelnya lbh tinggi. Dan akhirnya akan dilibatkan dlm suatu kelompok pengajian umum dlm suatu acara dan tempat yg mereka tentukan

*12. Pembicara dlm ceramah umum menghadirkan orang2 senior di HTI. Disinilah racun mulai ditebar kpd kelompok2 pengajian yg telah direkrut sbg kader mudah dr kaum intelektual . Tepat pada akhir minggu ke 4 saya minta kpd anak saya u/ bertemu dng temannya perempuan yg prnh dtg.*

13. Ke rumah bln lalu, anak saya bersedia. Besok nya saya temuai perempuan itu di sebuah Masjid didlm kampus dan saya ajak dialog dr hati ke hati ttg anak saya dan kelompok pengajian tsb. Dia saya giring agar mempertemukan saya dng pimpinan diatas nya, alhamdulillah bersedia .

14. Singkat cerita saya bertemu pimpinan ato senior dia di sebuah tempat. Terjadilah perdebatan antara saya dng mereka 3 orang, mereka menyerang saya dr sisi agama tetap saya dengarkan saja, intinya mereka mengatakan ” kami mengajar anak bapak ttg ajaran Khilafah “

*15. Disini saya mulai geram, saya berdiri dan tatap mata mereka satu per satu, saya hormati kelompok pengajian ini, tp tolong hormati hak saya sbg ortu u/ mendidik anak saya dng ilmu pengetahuan umum bkn dng ilmu agama, krn anak saya kuliah di Pergurun Tinggi Negeri.*

*16. Mereka tetap ceramah agama didpn saya ttg Khilafah tp tdk saya hiraukan. Lalu saya mencoba tenang, saya tanya satu per satu apakah mereka belajar di Kampus yg sama dng anak saya. Saya semakin emosi ketika ada salah satu yg menyatakan dia dr Kampus yg berbeda. Disinilah saya emosi*

*17. Saya maki2 semuanya ” kalian mahasiswa bajingan semua berani meracuni anak saya dng doktrin ajaran sesat ” Ayo tunjukkan kpd saya siapa pemimpin mu disini ? Akhirnya ada seorang pemuda mungkin seniornya mencoba meredahkan emosi saya, dia mengatakan ” silakan anak bapak*

*18. Tidak ikut kelompok pengajian ini. Akhirnya mereka minta ma’af kpd saya dan anak saya. Setelah kejadian itu kelompok pengajian di Kampus anak saya tdk ada kegiatan. Tp tetap saya pantau anak saya agar tdk didekati oleh kelompok mereka. Sejak itu saya berpikiran bahwa msh*

*19. Banyak Kampus PTN lain di seluruh Indonesia yg disusupi oleh org2 HTI. Pengkaderan ini sangat berbahaya krn merekrut anak2 mahasiswa PTN yg memiliki kecerdasan intelektual diatas rata2. Alhamdulillah setelah tahun lalu Lulus anak saya sdh bekerja sesuai cita2 nya.*

(suaraislam)

https://www.suaraislam.co/viral-geram-anaknya-diracuni-khilafah-pria-ini-labrak-kelompok-pengajian-hti/
hatihatiradikalisme.blogspot.com

Saturday, August 15, 2020

OPERASI SENYAP DENSUS 88 DI BEKASI DAN JAKARTA, TANGKAP 15 TERORIS JARINGAN JAD

Densus 88 menangkap 15 teroris jaringan JAD yang tersebar di Bekasi dan Jakarta, Rabu (12/8) pagi. Kelompok JAD tersebut selama ini diketahui bekerja sama dengan Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, 15 teroris tersebut telah berbaiat ke pimpinan ISIS di salah satu rumah anggota JAD di Bekasi pada 2019 lalu.
Selain itu, 15 teroris tersebut juga mengikuti sejumlah pelatihan seperti di Goa Ciwadong, Jonggol, hingga idad (latihan sebagai persiapan untuk melakukan serangan) di Curug, Karawang, Jawa Barat.
“Mengadakan idat dan kajian di Goa Ciwadong, Jonggol. Mengadakan idad di Curug, Karawang pada tanggal 8 September 2019. Mengadakan kegiatan kajian di Gunung Batu, Bogor, dan berbaiat kepada ISIS di rumah RN, dan membantu pembiayaan JAD dan MIT,” kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Berikut identitas 15 teroris yang ditangkap Densus 88 pada Rabu (12/8):

KIA (33) pimpinan JAD Bekasi ditangkap di kontrakan Jalan Sumber Jaya, Kota Bekasi pada pukul 11.00 WIB. Barang bukti sebanyak 44. 
AR (54) ditangkap di Jalan Raya Bekasi, Bekasi, Jawa Barat pada pukul 09.00 WIB. Berbaiat ke ISIS. Diamankan barang bukti 9 benda.
MF (21) ditangkap di Pondok Gede, Bekasi pukul 05.00 WIB. Berbaiat ke ISIS. Diamankan barang bukti 1 benda mencurigakan. 
S (30) warga Tanjungbalai, Sumut ini ditangkap di Jati Makmur, Bekasi sekitar pukul 07.24 WIB. 
M (27) ditangkap di Pondok Gede, Bekasi, pukul 11.00 WIB. Berbaiat ke ISIS. 
ML (27) ditangkap di Pondok Gede, Bekasi sekitar pukul 11.00 WIB. Berbaiat ke ISIS.
RM (22) warga Brebes ini ditangkap di Cikarang Barat, Bekasi, sekitar pukul 06.00 WIB. Berbaiat ke ISIS.
OL (47) ditangkap di Gang Wiro Setu, Bekasi sekitar pukul 06.00 WIB. Berbaiat ke ISIS.
AA (24) ditangkap di Bekasi, sekitar pukul 08.00 WIB. Berbaiat ke ISIS. 
H (44) ditangkap Gang Kecapi, Bekasi, sekitar pukul 11.24 WIB. Berbaiat ke ISIS. Barang bukti diamankan 10 benda mencurigakan.
MR (23) ditangkap di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat sekitar pukul 08.00 WIB. Berbaiat ke ISIS. Diamankan 29 barang bukti benda mencurigakan.
AH (54) warga asal Pelembang ini ditangkap di Desa Kejiawan, Cirebon, Jawa Barat sekitar pukul 09.00 WIB.
RFP (24) ditangkap di Jalan Villa Nusa Indah, Bekasi. Perannya sebagai pengirim logistik ke jaringan MIT Ali Kalora di Sulteng. Berbaiat ke ISIS.
SR (35) warga asli Ambon ini ditangkap di Tangerang Selatan, sekitar pukul 08.00 WIB. Peran menjadi penyedia dana untuk JAD dan MIT.
AR (42) djtangkap di Bojongmenteng, Bekasi sekitar pukul 12.00 WIB. Terlibat pengiriman orang ke Suriah.

https://kumparan.com/kumparannews/operasi-senyap-densus-88-di-bekasi-dan-jakarta-tangkap-15-teroris-jaringan-jad-1u01lZI2bxr

Monday, July 20, 2020

Kenapa Khilafah Tertolak? (Bagian 2)


Kesalahan fatal yang dilakukan HTI adalah bicara sejarah Islam tidak oleh orang yang berilmu. Oleh karena itu, alih-alih khilafah HTI dianggap sebagai bagian dari sistem Islam, mereka yang justru malah tidak paham sejarah atau malah anti sejarah. Khilafah HTI hanya diminati oleh orang-orang awam, yang hanya mengandalkan emosi tobat dalam mempelajari Islam. Bukan dari kalangan santri dan terpelajar yang literatur keislamannya kuat. Selain juga diisi oleh orang-orang yang tidak mendapatkan tempat--lebih tepatnya kedudukan--dalam Pemerintahan, orang-orang yang juga frustasi akan realitas sosial yang kompleks, tetapi tidak sabar dalam melakukan transformasi sosial.

Para eks HTI mungkin khilaf, bahwa NKRI itu merupakan khilafahnya Indonesia. Salah satu ijma' dan ijtihad politik kebangsaan para ulama. Para ulama dan pendiri bangsa ini memahami betul betapa Indonesia merupakan Negara yang penuh dengan perbedaan dan keberagaman. Sehingga Indonesia memang tidak perlu mendasarkan sistem ketatanegaraannya hanya berdasarkan agama tertentu. Indonesia itu Negara-bangsa, bukan Negara-agama, bukan pula Negara Islam, Negara Kristen dan seterusnya. Betapa repotnya kalau masing-masing pemeluk agama di Indonesia menuntut Pemerintah untuk mengganti NKRI menjadi Negara berdasarkan agama masing-masing. Kacau!

Maka dari itu, di bawah payung NKRI, semua agama setara. Baik Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Bundha dan Konghucu, semuanya mempunyai kedudukan yang setara. Sehingga Islam meskipun menjadi agama mayoritas di Indonesia, tidak boleh sewenang-wenang hendak memaksakan Islam sebagai bentuk Negara. Termasuk Perda-perda syariah (formalitas) tidak boleh diberlakukan di berbagai daerah. Bedakan antara syariat Islam dengan Perda Syariah. Syariat Islam itu asalnya dari Allah, sementara Perda Syariah merupakan produk politik para anggota dewan yang punya kepentingan tertentu.

Walhasil, dengan sendirinya khilafah ala HTI memang tertolak. Produk khilafah HTI bukanlah sistem ketatanegaraan yang pernah dipraktikkan Nabi Saw., dan para sahabatnya. Khilafah HTI hanyalah ambisi dan nafsu untuk merebut kekuasaan NKRI yang sah. Khilafah HTI hanya kedok untuk mengelabui sebagian umat Islam untuk membenci Pemerintah yang ada. Asal kita tahu, di Negara manapun, tidak ada yang tata kelola Pemerintahannya ideal 100 persen. Selalu saja ada anomali dan perilaku koruptif. Kita harus kompak dan sabar membenahinya, bukan malah membuat sistem Pemerintah tandingan yang sama sekali tidak berdasar keilmuan yang otoritatif.

Wallahu a'lam

 Mamang M Haerudin (Aa)

Pesantren Bersama Al-Insaaniyyah, 19 Juli 2020, 16.47 WIB
https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/07/kenapa-khilafah-tertolak-bagian-2.html

MARI KENALI PAHAM RADIKAL



Paham radikalisme itu  bercirikan ajaran atau himbauan yang mendorong pihak /orang tertentu untuk memusuhi pihak lain atau orang lain.

Mereka mengkondisikan agar kita saling bermusuhan.

Bermusuhan antar  kerabat, sahabat bahkan dalam keluarga kita sendiri.

Paham radikalisme juga mengkondisikan agar kita tidak mudah memafkan bahkan dihasutnya kita untuk saling membenci untuk meraih anggota baru dalam kelompoknya.

Paham radikalisme juga membenarkan kita untuk saling menghina, mencaci maki dan otak kita mereka cuci agar kita senantiasa dalam kegelusahan dan mencekam.
Mereka itu tidak cinta perdamaian hingga misi mereka tercapai alias berkuasa.

Itulah yang dilakukan oleh paham radikal.

Kalaupun bila mereka berhasil atau gagal kita sdh keburu hancur berantakan dan porak poranda.
Seperti yg dialami oleh saudara kita di belahan negara lain.

Orang-orang  paham radikal semacam ini adalah orang-orang yang latah.

Pemimpin ormas atau paham radikal ini menimba hasil berupa materi (dana dari para donor) dan non materi berupa kesenangan diatas penderitaan orang lain.
Orang seperti itu sebenarnya orang atau pemimpin yang haus kekuasaan dan ada penyakit di dalam jiwanya.

Jadi mereka itu sebenarnya bukan orang beriman atau orang yang beragama sebagaimana yg dicontohkan oleh para utusan Tuhan (Allah SWT).

Pemimpin paham radikal ini sebenarnya adalah perusak tatanan manusia, agama dan bumi kita.

Mereka yang gemar memaksakan kehendak dengan kekerasan kebencian di dalam Islam tidak dibenarkan termasuk pada agama lainnya.

Mereka pemimpin paham radikal ini pesakit jiwa yang senang hidupnya diatas penderitaan orang lain.

Sekali lagi kami garis  bawahi, bahwa pemimpin  paham radikal ini senantiasa mengajak kita saling bermusuhan diantara sesama saudara, keluarga,  kerabat dan sesama anak bangsa.

Mari kit hentikan penyusupan dan hipnotisme paham radikal semacam itu.
Teruslah bersatu dan halau mereka (PKI dan HTI) atau apapun namanya yang berpaham radikal dari hadapan kita...

Salam Pancasila & NKRI
https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/07/mari-kenali-paham-radikal.html

Tuesday, March 17, 2020

Lomba Debat Melawan Christian Prince! Berhadiah $1000





Monday, March 16, 2020

Kisah Febri Melarikan Diri dari ISIS


Tuesday, February 11, 2020

Mewaspadai Badai Kombatan ISIS ke Indonesia


Di tengah hingar bingar kepanikan publik di Tanah Air terkait dengan merebaknya berita di Media Sosial dan Media Mainstream mengenai Virus Corona yang konon amat mematikan itu, muncul pula berita baru yang tak kalah menghebokan publik di negeri ini yaitu, mengenai

Pasalnya, apa saja kabar berita terkait dengan Teoris ISIS, dalam skala dan kadar apapun, bagi publik di negeri ini seolah seperti sedang mengalami mimpi buruk di siang bolong.

Hal ini disebabkan karena sudah menjadi semacam common sense bahwa Teroris ISIS merupakan wabah penyakit sosial politik dan kemanusiaan yang amat mengerikan dan sangat mematikan dalam hidup dan kemanusiaan

Bahkan gerakan perjuangan kelompok Teroris ISIS ini cenderung membinasakan seluruh aspek kehidupan dan kemanusiaan, dengan topeng dan argumentasi kejahatannya yang dilakukannya dengan meneriakkan Takbir !!, suatu seruan perjuangan atas nama Kebesaran dan Kemuliaan Tuhan.

Sudah menjadi rahasia umum bagi publik di seantero jaga raya ini bahwa, ISIS merupakan komplotan teroris yang amat mengerikan bagi masyarakat di seluruh dunia, dengan gerakan kejahatan moral dan kemanusiaan atas nama agama serta demi Kebesaran Nama Tuhan yang Maha Baik.

Dikatakan demikian, karena hampir semua identitas dan momen klatur tindakan kejahatan moral dan kemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok teroris transnasional ini, melabeli dirinya dengan semua identitas dari agama tertentu.

Padahal, semua orang di bawah kolong langit ini, sudah tahu dan paham benar bahwa, tidak ada satupun agama di dunia ini, apalagi agama samawi, mengajarkan tentang tindakan kekerasan serta kejahatan moral demi merusak kemanusiaan dan melenyapkan kehidupan atas nama Tuhan.

Akan tetapi, amat disayangkan pula bahwa, sebagian umat beragama di negeri ini tergoda oleh bujuk rayu para teroris dimaksud untuk mengikuti garis perjuangan politik dari para teoritis yang amat bengis dan tak manusiawi itu.

Bujuk rayu itu diimingi dengan janji manis bersama para pendayang surga, yaitu 70 bidadari, nan cantik jelita, bilamana nyawa mereka ikut terenggut sebagai akibat dari bom bunuh diri yang dilakukannya, dengan mengorbankan pula banyak nyawa manusia lainnya.

Bahkan, yang amat mengenaskan adalah bahwa, dengan indoktrinasi melalui mekanisme brain wash atau gerakan cuci otak yang dilakukan oleh para Teroris ISIS, maka para teroris yang tergabung dalam komplotan ISIS ini dapat menghabisi nyawa sesamanya, bahkan bila perlu nyawa orangtuanya sendiri, serta para kerabat dekatnya, bilamana pandangan mereka tidak sejalan dengan ideologi para Teroris ISIS.

Mereka dapat dianggap kafir oleh para Teroris ISIS, dan oleh karena itu, darah dan nyawanya dianggap halal demi keyakinan para teroris dimaksud.

Kombatan ISIS sangat Berbahaya

Berawal mula dari pemberitaan di berbagai media di Tanah Air atas sinyalemen bahwa akan dipulangkannya WNI Eks ISIS ke Indonesia, maka tak ayal kabar itu telah menggemparkan hati nurani hampir seluruh publik di Tanah Air.

Hal ini, disebabkan karena pada saat yang sama, ketika membayangkan kehadiran para Kombatan ISIS di Tanah Air, publik seolah dihantui sacara traumatik dan merasa seperti sedang berada pada Pintu Gerbang Neraka di Dunia.

Analogi ini memang terasa amat hiperbolik, tetapi rasanya tidak berlebihan jika diperlihatkan beragam kekejaman dari para Teroris ISIS di berbagai Kamp Pengungsian di Timur Tengah, yang tampaknya tak sanggup untuk dibayangkan bila mana Kombatan ISIS itu berada di sekitar kita di negeri ini.

Apa lagi, adanya fakta dalam kenyataan bahwa, para Kombatan ISIS ini tidak lagi mengakui dirinya sebagai Warga Negara Republik Indonesia, dengan melakukan
sumpah setia kepada negara baru versi kelompok mereka, dengan berjuang sampai pada titik darah yang penghabisan.

Kemudian, para Kombatan ISIS ini juga sudah secara sadar dan yakin untuk menolak Ideologi Pancasila, serta pernah secara sadar dan sengaja serta secara sukarela bergabung dengan negara baru versi mereka yaitu Negara ISIS.

Kemudian, mereka juga secara sadar dan sukarela, berjuang dan memerangi negara lain untuk mendirikan negara versi mereka. Mereka berjuang dengan berbagai cara termasuk berperang dengan pihak manapun untuk mempertahankan negara yang mereka dirikan yaitu Negara ISIS itu sendiri.

Di samping itu, mereka juga secara sukarela bergabung dalam gerakan militer negara asing untuk memperjuangkan tujuan politik yang mereka usung dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Dan hal yang lebih mengenaskan adalah bahwa, mereka telah melucuti Identitas Kewarganegaraan Indonesia secara sadar dan sukarela dengan membakar Paspor Warga Negara Republik yang dimilikinya.

Memperhatikan berbagai hal tersebut di atas dan dengan mengacu kepada referensi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 rentang Kewarganegaraan, maka sudah jelas bahwa, mereka para Kombatan ISIS ini bukan lagi Warga Negara Republik Indonesia.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah harus tegas terhadap kelompok-kelompok yang berjuang untuk mengubah dasar negara kita Pancasila termasuk mereka para Kombatan ISIS yang secara tegas berideologi berbeda dan secara terang benderang menolak Ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan mereka telah menyatakannya dalam bentuk tindakan nyata, berupa pengkhianatan terhadap Negata Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila dengan bergabung bersama kelompok ISIS dan mendirikan negara sesuai dengan versi mereka.

Sehubungan dengan hal itu, maka sebagaimana dilaporkan oleh Gatra.Com (7 Februari 2020), diketengahkan bahwa, kita jangan mudah lupa dengan kekejian yang dilakukan kelompok mereka, baik yang terjadi di negara lain ataupun di negara kita Indonesia.

Berulang kali telah terjadi usaha keji yang dilakukan oleh kelompok mereka dengan menyerang warga sipil yang sedang beribadah bahkan melakukan penyerangan terhadap pihak berwajib.

Dengan demikian, maka dapat dibayangkan jika 600'an orang Kombatan ISIS itu kembali ke Indonesia, maka negara yang indah permai ini dengan masyarakat Indonesia yang ramah tamah dan riang gembira, penuh dengan sukacita ini, akan dapat menjadi bulan-bulanan para Teroris Kombatan Teroris ISIS itu.

Ditegaskan pula bahwa, siapa yang bisa menjamin keselamatan warga negara Indonesia ketika Badai Kombatan Teroris ISIS itu hadir dan melanda masyarakat Indonesia. Siapa pula yang bisa menjamin bahwa mereka telah insyaf dan kembali kepada Ideologi Pancasila dan hidup sesuai dengan tatanan sosial budaya dalam selimut Nilai-Nilai Bhineka Tunggal Ika di negara Indonesia yang tercinta ini.

Jangan Biarkan Mereka Pulang

Ketika merebak berita wacana dan rencana kepulangan para Kombatan ISIS ke Tanah Air, sontak saja, semua pihak di negeri ini menolak dengan amat keras rencana kepulangan para Kombatan ISIS itu, tidak terkecuali Presiden Joko Widodo, meski penolakannya itu atas nama pribadi sebagai seorang Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana diberitakan Kompas (6 Februari 2020), Presiden Joko Widodo mengatakan bawa, "Ya, kalau bertanya kepada saya (pribadi), saya akan bilang (tidak dipulangkan)" kata Jokowi (Rabu, 5/2/2020), di Istana Merdeka Jakarta, saat ditanya sikap pemerintah terkait pemulangan WNI eks NIIS.

Memperhatikan respson Presiden Joko Widodo atas wacana dan rencana kepulangan para Kombatan ISIS ke Tanah Air seperti itu, dapat menjadi semacam suatu sinyal dan indikasi kuat bahwa, memang rencana kepulangan mereka itu merupakan ancaman yang amat serius bagi ketenangan masyarakat Indonesia.

Meskipun sikap pemerintah bahwa, masih akan membahas persoalan itu secara cermat dalam Rapat Terbatas, tetapi rencana kepulangan dan memulangkan para Kombatan ISIS itu merupakan ihwal yang tidak dapat dianggap sebagai hal yang semestinya dilakukan.

Berkenaan dengan hal itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto (2020), menilai bahwa Rencana Pemulangan 660 Kombatan ISIS itu bisa menjadi preseden buruk.

Oleh karena itu, upaya sebagian pihak yang memfasilitasi kepulangan bekas Kombatan ISIS itu dikuatirkan akan melegalisasi tindakan mereka, sehingga hal serupa akan dapat berulang terjadi di Tanah Air. Apa yang mereka lakukan telah menabrak konstitusi. Jika memulangkan mereka artinya, kita melegalisasi tindakan orang yang melakukan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan terhadap bangsa dan negara.

Diandaikan bahwa, kepergian mereka ke luar negeri dan bergabung dengan ISIS itu sebagai kesalahan fatal yang manusiawi, dan dianggap sebagai warga Negara Republik Indonesia yang sedang tersesat menuju ke jalan kebaikan dan kebenaran, maka sudah tentu kepulangan mereka patut difasilitasi oleh semua pihak karena mereka adalah Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Akan tetapi, indakan para Kombatan ISIS itu memang sudah melampaui batas toleransi sebagai Warga Negara Indonesia dalam lingkup dan ranah Hak Asasi Manusia sekalipun.

Dikatakan demikian karena, tindakan mereka menabrak Konstitusi, dimana mereka bepergian ke luar negeri secara ilegal, membakar Paspor mereka sebagai Warganegara Indonesia, dan menyebut Indonesia sebagai Negara Kafir dan menolak Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Dengan demikian, maka sejak sekarang dan ke depan, semua pihak di Indonesia, terutama Pemerintah, harus bertindak tegas bahwa, orang yang sudah meninggalkan kewarganegaraan dengan merobek serta membakar Paspornya sebagai Warga Negara Indonesia dan menganggap Indonesia sebagai Negara Kafir, sebaiknya harus direlakan, dan biarkanlah mereka pergi, karena "Dunia ini tidak selebar Daun Kelor".


Goris Lewoleba
Alumni KSA X LEMHANNAS RI, Direktur KISPOL Presidium Pengurus Pusat ISKA, Dewan Pakar VOX POINT INDONESIA.
Source : https://www.kompasiana.com/goris26070/5e3fd05ed541df579a0b0db2/mewaspadai-badai-kombatan-isis-ke-indonesia

Monday, February 10, 2020

Kuda Troya dari Suriah


Tiga pukulan telak diterima ISIS: dua pada tahun 2017 dan satu pada tahun 2018. Pada tahun 2017, ISIS harus kehilangan ibu kota de facto-nya, Raqqa di Suriah utara dan kota “bersejarahnya” yakni Mosul, di Irak utara. Pukulan ketiga, pemimpin mereka yang mendeklarasikan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim yakni Abu Bakr al-Baghdadi tewas di tangan tentara AS, 27 Oktober 2019.

Tak pelak lagi, tiga pukulan tersebut telah menghancurkan cita-cita ISIS untuk membangun sebuah kekhalifahan global. Karena daerah kekuasaan mereka pun satu per satu lepas dari genggaman.
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/02/kuda-troya-dari-suriah.html]
Mosul sangat berarti bagi ISIS. Kota yang terletak di Irak barat-laut, berdiri di sebelah barat Sungai Tigris berseberangan dengan kota yang zaman dahulu kala di zaman Assyria disebut Ninive yang ada di sebelah timur Sungai Tigris. Mosul adalah pusat perdagangan di Irak bagian utara, ladang minyak. Di kota ini juga ada pabrik semen, tekstils, gula, dan sejumlah industri lainnya, serta pasar bagi produk-produk pertanian. Dari Mosul, ada jaringan rel kereta api dan jalan raya yang menghubungkan dengan Baghdad, serta kota-kota Irak lainnya, dan kota-kota yang dekat dengan Suriah dan Turki. Mosul juga memiliki lapangan terbang.
Tentang kekhalifahan global ini diuraikan oleh Dr KH Ma’ruf Amin dalam “Seminar Nasional Fenomena ISIS bagi NKRI dan Islam Rahmatan Lil’alamin”, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2014. Ma’ruf Amin, menyatakan, para ulama dan pemimpin Islam banyak yang tidak setuju dengan cita-cita pendirian kekhalifahan Islam secara global. Karena menurut mereka cita-cita tersebut saat ini tidaklah realistis dan juga tidak ada justifikasinya dalam ajaran Islam. Saat ini umat Islam berada di setiap negara yang berbeda, yang masing-masing Negara mempunyai sejarah dan kebijakannya sendiri terkait umat Islam. Bahkan banyak dari para ulama dan pemimpin Islam yang secara sadar melakukan ijtihad untuk memperkuat negaranya masing-masing, seperti umat Islam di Indonesia.

Ketika sedang jaya-jayanya, tahun 2014, ISIS menguasai wilayah di Irak dan Suriah seluas 41.000 mil persegi dan memerintah lebih dari 11 juta orang. Mulai Oktober 2016, ISIS menguasai sembilan dri 14 provinsi di Suriah (A Review of ISIS ini Syria 2016 – 2019, Regional Differences and an Enduring Legacy The Carter Center Syria Project, March 2019). Sepak terjang ISIS mampu menarik lebih dari 40.000 petarung asing dari 120 negara (termasuk Indonesia). Selain itu juga memobilisasi lebih dari 25.000 orang baik dari Irak maupun Suriah.

Secara ekonomis, pada masa itu, ISIS mampu mencukupi dirinya sendiri dari minyak, pajak, penyelundupan, penjarahan, penculikan, dan pemerasan. Rata-tata setiap bulan pada tahun 2015 penghasilannya, menurut “The Washington Institutefor Near East Policy”, mencapai 70 juta dollar AS

Akan tetapi, menurut Mattisan Rowan dalam ISIS After the Caliphate (28 November 2017), sejak November 2017, ISIS berantakan setelah kehilangan 98 persen daerah kekuasaanya. Lebih dari 60.000 petarungnya tewas dan lebih dari 130 pemimpin diakhiri hidupnya. Dan, pendapatan ISIS juga merosot — menjadi 16 juta dollar AS sebulan pada 2017. ISIS kehilangan dua “harta” terpentingnya: Mosul, kota terbesar kedua di Irak pada bulan Juli dan Raqqa, ibu kota de facto ISI yang terletak di Suriah bagian utara.
Karena itu, ketika pada tahun 2014, ISIS berhasil merebut dan mengusai Mosul—yang kemudian dijadikan pusat kekuasannya dengan Abu Bakr al-Baghdadi yang menyatakan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim—oleh Oleh Lina Khatib dalam What the Takeover of Mosul Means for ISIS (2014), disebut sebagai kemenangan moral dan taktis bagi ISIS. Akan tetapi, waktu itu, Lina Khatib sudah memperingatkan negara-negara Barat dan Arab untuk mengubah kebijakan mereka atas Suriah dan Irak, sebelum bola salju ISIS berubah menjadi teroris internasional. Yang disampaikan Lina Khatib menjadi kenyataan. Dari kota ini, tangan-tangan ISIS menggerayangi Irak dan kemudian Suriah; menebarkan kematian. Tetapi, dari kota ini pula ISIS menarik para petarung dari berbagai negara di dunia ini, termasuk dari Indonesia.

Dengan berhasil merebut Mosul—yang merupakan kemenangan taktis penting—ISIS memiliki akses untuk mendapatkan uang lebih banyak. Menurut berita yang beredar ketika itu, mereka lalu menyerbu bank sentral di kota itu dan menjarah uang negara senilai lebih dari 400 juta dollar AS. Mereka juga berhasil merebut kendaraan lapis baja dan senjata dari tentara Irak. Dan, banyak lagi lainnya yang membuat mereka makin kuat dan percaya diri untuk terus memperluas wilayah kekuasaannya dengan jalan kekerasan. Namun, tahun 2017, kekuatan mereka di Mosul, berakhir sudah.

Sementara Raqqa, di Suriah bagian utara, dikuasai ISIS pada bulan Maret 2013. Meskipun Raqqa, mungkin secara strategis tidak begitu penting bagi ISIS, seperti daerah-daerah lainnya, akan tetapi, direbutnya kembali kota itu oleh milisi dukungan AS, tetap merupakan pukulan bagi ISIS. Sebab, Raqqa adalah simbol bagi ISIS yang telah menjadikan kota itu sebagai ibu kota de facto kelompok bersenjata ini. Raqqa menjadi pusat pemerintahan, pengadilan, dan biro-biro resmi ISIS. Tetapi, kepemimpinan tertinggi tidak di kota ini, dan perumusan strategi dan kebijakan ISIS juga tidak di kota ini. Meski demikian, hilangnya Raqqa dari genggaman tangan kekuasaan mereka tetap dapat dikatakan bahwa “proyek kekhalifahan” ISIS yang dimaklumkan di Mosul pada Juni 2014, menemui titik nadir.

Bagaikan Lebah

Ketiga peristiwa (pukulan) itu yang telah menjadikan para anggota ISIS bagaikan lebah yang dihancurkan sarangnya. Mereka terbang ke segala penjuru; dengan membawa serta sengatnya yang berada di ujung pantatnya. Karena itu, menurut Lina Khatib, ISIS akan mengikuti jejak al-Qaeda setelah digempur habis-habis oleh AS dan pemimpin mereka, Osama bin Laden, dibunuh. Mereka membentuk franchises al-Qaeda, di berbagai tempat, negara dan masing-masing menentukan prioritasnya sendiri-sendiri. Artinya, narasi melakukan serangan balasan, dalam berbagai bentuk, cara, dan kekuatan, tetap masih tetap hidup.

Apalagi, menurut perkiraan Pentagon, dua wilayah kedua negara itu—Suriah dan Irak—ISIS meski sudah hancur-hancuran masih memiliki kekuatan antara 14.000 hinggga 18.000 anggota, yang 3.000 orang di antaranya adalah petarung asing (The Christian Science Monitor, 28 Oktober 2019), termasuk dari Indonesia.

The International Center for the Study of Radicalisation (ICSR) di King’s College London memperkirakan bahwa 41.480 orang–termasuk 4.761 wanita dan 4.640 anak-anak–dari 80 negara berafiliasi dengan ISIS. Beberapa tewas karena yakin akan ide-ide mereka. Yang lain berubah pikiran dan berhasil pulang untuk menghadapi keadilan. Orang asing yang bertahan dan bertahan sampai akhir, sampai ISIS berhasil dibabat. Mereka ini adalah pendukung ISIS yang paling bersemangat. Anak-anak di bawah umur dari luar Suiah dan Irak, menurut para peneliti, “memiliki komitmen ideologis dan keterampilan praktis untuk menimbulkan potensi ancaman saat kembali ke negara asal mereka” (The Christian Science Monitor, 26 April 2019).

Dan seperti al-Qaeda sebelumnya, ISIS juga kemungkinan akan meningkatkan pendukungnya di seluruh dunia untuk terlibat dalam serangan oportunistik sebagai cara untuk menegaskan kehadirannya. Ini menjadi semakin mungkin karena ISIS sering menggunakan serangan oportunistik seperti itu sebagai cara untuk mengkompensasi hilangnya wilayah di Irak dan Suriah. Mereka akan tetap menggunakan sosial media untuk terus berkampanye termasuk merekrut para petarung baru.

Peringatan akan tetap adanya ancaman dari ISIS setelah kehancurannya di Suriah dan Irak, pernah disampaikan oleh Direktur Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia Aleksandr Bortnikov (RT, 4 Oktober 2017). Menurut Bortnikov, mereka bergerak ke luar Suriah dan Irak, dan kemudian membangun pijakan di Afganistan. Dari Afganistan mereka meluaskan jangkauan tangannya ke India, China, Iran, dan Asia Tengah. Selain itu juga ke Yaman, Afrika, dan Asia Tenggara.

Ancaman ISIS, menurut Bortnikov tidak hanya pada dunia nyata, melainkan juga online, maya. Selain terus menyebar-luaskan propaganda dan merekrut pengikut-pengikut baru, mereka juga membentu “divisi-divisi cyber” baru, yang dapat digunakan untuk menyerang infrastruktur-infrastruktur penting.

“United States Institute of Peace Woodrow Wilson Center” (Desember 2016/Januari 2017) mengungkapkan, pada bulan November 2016, Baghdadi secara khusus menyerukan kepada “tentara-tentaranya” di luar Irak dan Suriah untuk bergerak dan bertindak di Aljazair, Semenanjung Arabia, Bangladesh, Kaukasus, Mesir, wilayah Khorasan (Afganistan dan Pakistan), Libya, Filipina, Sinai, Somalia, Tunisia, Afrika Barat, Yaman, dan Indonesia.

Seruan aksi tersebut merupakan bagian dari lima proses untuk menguasai wilayah dan membangun negara, kekhalifahan versi mereka. Kelima proses itu, menurut majalah Dabiq (yang pertama kali diterbitkan oleh ISIS pada bulan Juli 2014) antara lain membangun basis-basis gerakan di negara-negara lemah, merekrut anggota-anggota baru, dan menciptakan khaos. Slogan perjuangan mereka, mengutip pidato Baghdadi menanggapi seruan pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahari agar ISIS meninggalkan Suriah, yakni “baqiya wa tatamaddad”, abadi dan meluas.

Hal itu yang oleh Rohan Gunaratna (January 2018) disebut sebagai desentralisasi ISIS. Pusat gravitasi mereka beralih dari Irak dan Suriah ke berbagai negara: Libya (Barqa, Fezzan, dan Tripoli), Mesir (Sinai), Yaman, Aljazair (Al-Jazair), Nigeria (Gharb Iriqiyyah), Afganistan/Pakistan (Khorasan), Kaukasus Rusia (Qawqaz), dan Divisi Asia Timur (terutama Filipina). Dengan langkah itu, ISIS telah mentransformasikan diri dari “entitas yang membangun kekhalifahan menjadi gerakan teroris global.” Langkah tersebut dilakukan untuk mengkompensasi kekalahan dan kehilangan territorial mereka di Irak dan Suriah. Karena itu, melakukan langkah perluasan secara global baik secara fisik (wilayah) maupun cyber.

Kiranya diskursus tentang “pemulangan eks ISIS” diletakkan dalam konteks gerakan global mereka, ISIS. Ini sangat penting, dari pada nanti kita akan mengalami nasib seperti rakyat Troya dalam mitologi Yunani, yang harus menerima kehancuran karena kecerdikan orang-orang Yunani yang membuat dan meletakkan patung kuda ukuran raksasa dari kayu yang di dalamnya diisi tentara Yunani. Mereka menanggap bahwa patung kuda itu kosong; menganggap bahwa ISIS sudah mati di Suriah dan Irak. Ternyata, anggapan dan keyakinan itu salah. Ketika kuda dimasukkan ke kota Troya, hancurlah sudah kota itu oleh pasukan Yunani. ***
[https://hatihatiradikalisme.blogspot.com/2020/02/kuda-troya-dari-suriah.html]
Source : https://triaskun.id/2020/02/09/kuda-troya-dari-suriah/

Thursday, February 6, 2020

250 Perempuan Irak Digorok ISIS karena Menolak Jadi Budak Seks


Sebanyak 250 perempuan Irak yang kukuh mempertahankan harga dirinya, digorok oleh ‘kelompok penjahat’ Negara Islam di Irak dan Suriah.

Mereka dihabisi karena menolak menjadi budak seks atau wanita bergilir bagi para penganut ideologi kekerasan dan kekejaman, yang acap bertindak melampaui malaikat pencabut nyawa.

Situs berita Daily Mirror, Kamis (21/4/20106) sore, melaporkan, para perempuan itu tetap tegar meski algojo-lagojo ISIS sedang bersiap dengan pisau untuk menggorok leher mereka.

Tidak ada kata menyerah. Lebih baik mati bersimbah darah, daripada melihat wajah-wajah bengis menggilir mereka saban hari untuk memuas hasrat seks.

Para perempuan pemberani itu dibantai secara keji di Mosul, kota terbesar kedua Irak yang terletak di bagian utara negara itu. Mosul sedang dalam kekuasaan ISIS.

“Sedikitnya 250 perempuan Irak telah dieksekusi oleh militan ISIS, karena mereka menolah menjadi budak seks,” tulis Daily Mirror mengutip propaganda ‘gerombolan penjahat’ itu.

Para perempuan dihadapkan pada dua pilihan, yakni menerima tawaran ‘kawin kontrak’ atau ‘dieksekusi’.  Mereka tegas menolak pilihan pertama dan lebih baik mati dengan cara apapun.

Berbagai laporan tentang ‘kawin kontrak’ ala ISIS. Istilah itu merujuk suatu waktu tertentu. Bisa untuk seminggu hingga beberapa bulan dan setelahnya perempuan digilir ke militan lain.

Seorang juru bicara untuk Partai Demokrasi Kurdi, salah satu kekuatan yang bertempur melawan ISIS di Irak, mengatakan, "Sebanyak 250 anak perempuan telah dibantai ISIS.”

Juru bicara bernama Sain Mamuzini itu mengatakan, ketika ISIS menguasai masuk Mosul, militan mendatangi setiap keluarga yang memiliki anak gadis.

Di setiap rumah atau keluarga, militan ISIS memaksa keluarga gadis-gadis itu untuk menerima tawaran “jihad seksual”.

Juru bicara Kurdi itu mengatakan, jika gadis-gadis itu menolak ‘untuk menerima praktek jihad seksual’ mereka dieksekusi.  “Kadang-kadang keluarga gadis-gadis itu juga dieksekusi karena menolak untuk memenuhi permintaan ISIS,” kata Mamuzini.

Para pejabat mengatakan, wanita yang tinggal di Mosul diperlakukan sebagai komoditas. ISIS melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara rutin.

Menurut Surchi, wanita tidak diizinkan untuk pergi keluar sendirian di Mosul dan tidak dapat memilih pasangan mereka.

Eksekusi terhadap 250 gadis muda dan dewasa itu terjadi menyusul serangkaian pembunuhan serupa yang terjadi Agustus lalu saat 19 wanita Mosul dibantai karena menolak untuk berhubungan seks dengan pejuang ISIS.

Hingga 500 perempuan dan anak perempuan Kristen Yazidi diculik dan mengalami pelecehan seksual oleh militan pada Agustus tahun 2014.

Pada Oktober lalu, lebih dari 500 perempuan dan gadis remaja Yazidi  diculik dan dipaksa memeluk Islam garis keras itu saat ISIS menyerang wilayah Sinjar, Irak utara. Mereka dipaksa menjadi budak seks.

Salah satu budak seks yang melarikan diri, Nadia Murad, mengisahkan kekejian ISIS saat membunuh enam saudaranya dan ibunya.   Ia telah kabur ke Turki. ISIS mulai menguasai Mosul pada Juni 2014.

Presiden AS Barack Obama pada hari Senin (18/4/2016) memberi harapan kepada warga Irak  bahwa Mosul bisa direbut kembali dengan segera.

“Saya berharap di penghujung tahun ini, kami bisa menciptakan kondisi di mana Mosul akan jatuh kembali (ke tangan kita),” kata Obama.

https://internasional.kompas.com/read/2016/04/22/07221201/250.Perempuan.Irak.Digorok.ISIS.karena.Menolak.Jadi.Budak.Seks
==========
Gak ada kesan penyesalan atau rasa bersalah setelah 4 tahun keluar dari UK utk mengikuti isis di Suriah.

Ini ttg Shamima Begum yg ditolak mau kembali ke UK.